Gempa Lombok

Jaringan Komunikasi Mati, Muhayyan Hanya Bisa Pantau Kondisi Kampung Halaman Lewat Televisi

Jaringan Komunikasi Mati, Muhayyan Hanya Bisa Pantau Kondisi Kampung Halaman Lewat Televisi

Jaringan Komunikasi Mati, Muhayyan Hanya Bisa Pantau Kondisi Kampung Halaman Lewat Televisi
Istimewa
Aksi bantuan Kemensos untuk korban gempa di NTB 

TRIBUNJOGJA.COM - Muhayyan, warga Putat, Pemenang, Lombok Utara yang tinggal di Asrama Mahasiswa 'Bumi Gora' NTB Umbulharjo, Yogyakarta sempat gelisah mendengar kabar gempa melanda tanah kelahirannya, pada Minggu (5/8/2018) malam kemarin.

Tak banyak yang bisa ia lakukan saat itu. Ia hanya memantau televisi dan media mainstream lain untuk mengetahui kabar di tanah kelahirannya.

Namun setelah beberapa saat, Muhayyan akhirnya mendapatkan kabar kalau seluruh anggota keluargaanya selamat meski rumahnya hancur.

Pemenang merupakan daerah terparah, dimana 90 persen bangunan rata dengan tanah.

Baca: UPDATE : Jumlah Korban Gempa Lombok Hingga Senin Sore

"Komunikasi sempat terputus, karena listrik mati. Komunikasi dengan keluarga terakhir tadi pagi. Alhamdulillah keluarga selamat, adik patah tulang ketimpa bangunan," katanya saat ditemui di asrama Senin (6/8/2018).

Dari komunikasi yang dilakukan, menurut Muhayyan, keluarganya mengungsi ke wilayah perbukitan untuk menyelamatkan diri.

"Rumah hancur, daerah Pemenang memang parah. Sementara ini keluarga mengungsi di bukit. Tetangga ada yang mengungsi di kebun yang lapang. Susah cari sinyal, ini belum tahu adik sudah ditangani secara medis atau belum," ungkap mahasiswa UAD itu. (tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved