Idul Adha 1439 H

Hikmah Puasa Sembilan Hari di Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijah

10 hari pertama bulan tersebut adalah saat-saat yang paling baik, untuk memperbanyak beribadah kepada Allah SWT.

Hikmah Puasa Sembilan Hari di Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijah
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Bulan Dzulhijah dalam penanggalan Islam tak lama lagi akan tiba.

10 hari pertama bulan tersebut adalah saat-saat yang paling baik, untuk memperbanyak beribadah kepada Allah SWT.

Anjuran untuk memperbanyak ibadah di 10 hari pertama Dzulhijah ini, salah satunya ada dalam hadits riwayat Ibnu ‘Abbas berikut :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya, “Rasulullah SAW berkata: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR At-Tirmidzi).

Hadits ini juga menjadi landasan untuk melaksanakan puasa sembilan hari di 10 hari pertama bulan Dzulhijah.

Baca: Lima Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Daerah di Indonesia

Baca: Sebelum Melaksanakan Shalat Idul Adha Dianjurkan untuk Tidak Makan, Ini Penjelasannya

Seperti dilansir NU Online, Ibnu Abbas pernah menerangkan bahwa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah pernah terjadi peristiwa besar, yang berhubungan dengan kehidupan manusia selanjutnya.

Hari pertama Dzulhijjah adalah hari pertama dimaafkannya Nabi Adam oleh Allah SWT.

Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda:

"Barang siapa yang berpuasa di hari pertama bulan Dzulhijjah, maka Allah akan memaafkan dosa-dosanya sebagaimana yang terjadi kepada Nabi Adam."

Halaman
123
Penulis: say
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved