Travel

Direct Flight Langsung ke Malaysia Dukung Kunjungan Wisatawan ke Yogyakarta

Direct Flight Langsung ke Malaysia Dukung Kunjungan Wisatawan ke Yogyakarta

Direct Flight Langsung ke Malaysia Dukung Kunjungan Wisatawan ke Yogyakarta
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Perwakilan Tourism Malaysia, ASITA serta Dinas Pariwisata DIY dalam Malaysia - Indonesia Tourism Gathering di Swiss-BelBoutique, Kamis (2/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Penerbangan langsung antara Yogya dan Malaysia berdampak pada kunjungan wisatawan kedua negara.

Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Roslan Othman, menyampaikan hal ini mendukung jumlah kunjungan antara Malaysia dan Indonesia khususnya Yogyakarta.

Yogyakarta memiliki potensi yang besar dalam menarik wisatawan asal Malaysia.

Terlebih dengan adanya direct accessibility menuju Kuala Lumpur sebanyak 2x sehari, atau terdapat lebih kurang 2,520 seat per week atau sekitar 131,040 seat/year yang dapat digunakan untuk membawa wisatawan Malaysia datang ke Yogyakarta dan juga sebaliknya.

"Program kerjasama kedua negara diyakini akan memberi keuntungan bagi industri pariwisata kedua negara," katanya dalam sela acara Malaysia - Indonesia Tourism Gathering di Swiss-Belboutique, Kamis (2/8/2018).

Baca: Kawasan Dieng Kembali Membeku, Seperti Ini Fenomena yang Terjadi saat Dieng Berselimut Kristal Es

Roslan Othman, menyampaikan bahwa saat ini wisata halal mulai menjadi trend liburan bagi masyarakat Indonesia.

Terlebih Malaysia yang menyandang status sebagai destinasi wisata halal terbaik kategori negara OIC oleh Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018, Indonesia menjadi sebuah target pasar daripada wisata halal Malaysia.

"Data tahun 2017 mencatat seramai 2,796,570 wisatawan Indonesia datang ke Malaysia dan menjadi penyumbang wisatawan terbanyak kedua setelah Singapura," lanjutnya.

Sebaliknya, wisatawan Malaysia pun ramai datang ke Indonesia. Tercatat 1,238,376 wisatawan Malaysia berkunjung Indonesia pada tahun 2017.

Sementara itu, Edwin Ismedi Penasihat ASITA menuturkan kerjasama kedua belah pihak akan menambah jumlah kunjungan terlebih Yogyakarta akan memiliki bandara baru berskala Internasional.

Dengan pengembangan proyek NYIA baginya akan berdampak signifikan atas kunjungan wisata baik Indonesia menuju Malaysia atau sebaliknya.

"Hal itu membuka peluang penerbangan Malaysia Indonesia atau Yogyakarta menjadi lebih banyak," katanya di kesempatan yang sama. (tribunjogja)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help