Bisnis

BI Dorong Akselerasi Pengembangan Destinasi Wisata Yogyakarta

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY mendorong perkembangan destinasi wisata melalui akselerasi pengembangan destinasi wisata.

BI Dorong Akselerasi Pengembangan Destinasi Wisata Yogyakarta
istimewa
BI Dorong Akselerasi Pengembangan Destinasi Wisata dalam Focus Group Discussion 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY mendorong perkembangan destinasi wisata melalui akselerasi pengembangan destinasi wisata.

Hal ini diungkapkan dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) kemarin, Kamis (2/8/2018).

Baca: Bank Indonesia Dorong Akses UMKM ke Pasar Global

Potensi pariwisata DIY sebagai motor penggerak perekonomian daerah terus didorong diantaranya melalui penetapan lima wilayah di DIY sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Candi Mendut dan lain lain, yang terletak di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman.

Pada tahun 2019, target kunjungan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DIY sebanyak 800 ribu orang.

Keberadaan bandara NYIA diharapkan dapat mendorong tingkat kunjungan wisatawan mancanegara untuk dapat mencapai target yang ditentukan sekaligus mengatasi permasalahan ketimpangan pengeluaran wisatawan antar wilayah.

"Integrasi pariwisata DIY dan Jateng menjadi krusial dalam pencapaian target Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), yaitu 2 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 terutama melalui pengembangan 4 hal yang menjadi prioritas, yaitu aksesibilitas, atraksi, ekosistem termasuk amenitas, serta promosi," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto.

Baca: Bank Indonesia Wujudkan Smart City di Desa Wisata Kampung Flory

Lanjut Budi, Bank Indonesia terus berkontribusi aktif dalam mendorong akselerasi kinerja pariwisata untuk mencapai pertumbuhan ekonomi DIY yang inklusif dan berkesinambungan, antara lain dengan
menciptakan iklim berusaha yang sehat.

Selanjutnya mengembangkan Regional Investment Relation Unit (RIRU), pengembangan kluster yang mendukung pengembangan sektor pariwisata di daerah, mendorong perkembangan fintech dan menyalurkan program sosial Bank Indonesia untuk sektor pendukung pariwisata. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved