Kota Jogja

Pemkot Yogya Canangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi

Mendagri pada Februari 2018 telah mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan atau GISA dan DIY mencanangkan pada 26 Juli 2018.

Pemkot Yogya Canangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Suasana sosialisasi GISA di Balaikota Yogyakarta, Senin (30/7/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 98,3 persen warga Yogya telah melakukan perekaman e-KTP dan 85 persen warga Yogya yang berusia di bawah 17 tahun sudah terdaftar dalam KIA.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Sisruwadi menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya untuk bisa membuat masyarakat sadar akan administrasi kependudukan.

"Mendagri pada Februari 2018 telah mencanangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan atau GISA dan DIY mencanangkan pada 26 Juli 2018. Setelah dicanangkan di Provinsi, maka kabupaten/kota segera menindaklanjuti GISA dengan langkah kongkrit," bebernya dalam sosialisasi GISA di Balaikota Yogyakarta, Senin (30/7/2018).

Baca: Jelang Lebaran, Disdukcapil Kota Yogyakarta Tetap Buka Pelayanan

Dokumen administrasi kependudukan, lanjutnya, mencakup KK, KIA, KTP, dan Akta Kelahiran.

Ia mengatakan bahwa saat ini tidak ada lagi alasan warga Yogya untuk tidak melakukan rekam e-KTP.

Pasalnya selain dilakukan di Dinas, perekaman sudah bisa dilakukan di masing-masing kecamatan di Kota Yogyakarta.

"Ada yang di luar negeri akan direkam di Kedubes dan difasilitasi Kemendagri. Di NKRI tidak ada alasan lagi untuk tidak rekam. Di Yogya sendiri bagi warga luar kota bisa numpang rekam atau numpang cetak KTP," ujarnya.

Sisruwadi pun meminta agar warga segera melaporkan peristiwa penting seperti kematian, perkawinan, perceraian, dan peristiwa penting lainnya untuk mendapatkan akta pencatatan sipil.

"Segera laporkan bila terjadi perubahan data kependudukan untuk mendapatkan perubahan KK dan KTP," tuturnya.

Baca: Pemkot Optimis Revitalisasi Jalan Suroto Selesai Tepat Waktu

Sementara itu, Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) DIY, Suhartini mengatakan bahwa pencanangan GISA di DIY pada 26 Juli 2018, dicanangkan oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri dan Wakil Gubernur DIY.

"Kita ikuti dengan layanan umum, pencatatan dan perekaman e-KTP untuk DIY. Utamanya SMA-SMK kelas 12 yang saat ini berusia 17 tahun atau saat Pemilu sudah 17 tahun. Perekaman selama dua hari tersebut diikuti 2.000 warga," bebernya.

Setelah dua hari tersebut, lanjutnya, masih banyak warga yang bertanya bisa melakukan perekaman di mana.

DIY, tambahnya, mengeluarkan tiga kebijakan yakni mendorong birokrasi dan masyarakat untuk sadar adminduk melalui SE dari Sekda, PTSL oleh kantor pertanahan yang mensyaratkan surat kematian dari kepala desa, dan meminta kepala sekolah untuk memfasilitasi anak didiknya yang menjelasng usia 17 tahun untuk melakukan perekaman e-KTP. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved