Kriminal

Ayah Korban Pengeroyokan di Stadion Sultan Agung Bantul, Ingin Kasus Pengeroyokan Anaknya Tuntas

Suradi menginginkan kasus pengeroyokan yang menimpa anaknya segera diselesaikan dengan tuntas.

Ayah Korban Pengeroyokan di Stadion Sultan Agung Bantul, Ingin Kasus Pengeroyokan Anaknya Tuntas
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Prosesi pemakaman Muhammad Iqbal, remaja yang meninggal dunia setelah menyaksikan pertandingan derby diy, PSIM Yogyakarta vs PSS Sleman, yang digelar di SSA, Kamis kemarin. 

Laporkan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Ayah Muhammad Iqbal Setyawan, remaja yang meninggal dunia seusai menyaksikan derby DIY, Suradi, menginginkan kasus pengeroyokan yang menimpa anaknya segera diselesaikan dengan tuntas.

"Ini kan sudah tindak Kriminal, saya tidak tau nanti tindak lanjutnya akan seperti apa. Tapi harapan saya sebagai pihak keluarga menginginkan kasus ini bisa selesai," kata Suradi pada Tribunjogja.com, sesaat setelah pemakaman Iqbal, di pemakaman umum Dusun Balong, Jumat (27/7/2018).

Baca: Polisi Himbau Pelaku Pengeroyokan Iqbal Menyerahkan Diri

Ia menceritakan, sebelum kepergian almarhum untuk selama-lamanya, sebagai orangtua, dirinya tidak pernah ada firasat apapun.

Namun, sebelum pertandingan dimulai, ia mengaku sempat berkomunikasi dengan Iqbal dan menahan supaya tidak menonton pertandingan.

"Saya WA (watshapp), jangan nonton dulu, karena mungkin tidak kondusif," tuturnya.

Akan tetapi, belakangan diketahui ternyata Iqbal bersama tiga rekannya tetap menonton pertandingan di dalam stadion.

"Saya tahu anak saya (Iqbal) jadi korban Maghrib, sekitar 18.00 WIB," ungkap dia.

Baca: Iqbal, Remaja Korban Bentrokan setelah Derby DIY Bukan Suporter

Sebagai orangtua, Suradi terlihat sangat terpukul atas kepergian Iqbal.

Matanya terlihat sayu dan tutur katanya lemah.

Atas peristiwa ini, ia meminta kepada semua pihak terkait untuk segera mengevaluasi setiap izin pertandingan yang hendak digelar di Stadion Sultan Agung Bantul.

Sehingga, tragedi serupa yang merenggut nyawa anaknya tidak terulang kembali.

"Izin di stadion perlu dievaluasi. Sehingga kejadian seperti kemarin, tidak terulang kembali," harap dia. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved