Kota Jogja

Kota Yogyakarta Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak

Sementara Kota Yogyakarta pada tahun 2011, 2013, 2015, 2017 mendapat penilaian Kota Layak Anak kategori Madya.

Kota Yogyakarta Kembali Raih Penghargaan Kota Layak Anak
net
kota layak anak

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kota Yogyakarta kembali mendapat penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat.

"Nanti malam ada penyerahan penghargaan KLA di Surabaya, cuma belum tahu kategorinya. Kota Yogyakarta menginisiasi diri sebagai Kota Layak Anak tahun 2009. Artinya kan Kota Yogyakarta memiliki komitmen untuk memenuhi hak anak dan melindungi anak," kata Octo, Senin (23/7/2018).

Baca: Kota Yogya Berupaya untuk Jadi Kota Layak Anak

Ia mengatakan ada beberapa tingkatan kategori dalam Kota Layak Anak, mulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Layak Anak.

Sementara Kota Yogyakarta pada tahun 2011, 2013, 2015, 2017 mendapat penilaian Kota Layak Anak kategori Madya.

"Sesuai dengan amanat Perda No 1 tahun 2016 tentang Kota Layak Anak, strategi yang dikembangkan meliputi perwujudan lingkungan masyrakat yang ramah anak (Kampung Ramah Anak), lingkungan pendidikan yang ramah (Sekolah Ramah Anak), dan fasilitas layanan kesehatan yang ramah anak (Puskesmas Ramah Anak)," katanya.

Octo menerangkan saat ini jumlah ada 178 Kampung Ramah Anak (KRA) berbasis RW.

Sementara untuk Sekolah Ramah Anak (SRA) ada 34 sekolah yang didampingi.

Baca: Bangun Kota Layak Anak, Kampung Ramah Anak Terus Dibentuk

"Nanti untuk penambahan KRA akan kami sinergikan dengan model pembangunana wilayah berbasis kampung. menunggu Perwal tentang Penetapan Jumlah dan nama kampung di Kota Yogyakarta. Kalau SRA nanti akan menambah 4 sekolah," terangnya.

Menurutnya, SRA cukup bisa mengurangi bullying di sekolah.

Pihaknya bersinergi dengan Dinas pendidikan dan KPAID, salah satunya dengan membuat satgas di sekolah.

"Bullying di Kota Yogyakarta tergolong rendah, bisa diselesaikan di level sekolah. Apalagi ada satgas anti kekerasan yang dibentuk Dinas pendidikan kota Yogyakarta. Satgas isinya ada dari perwakilan sekolah, siswa, orangtua siswa, dan pemerintah," ujarnya.

"Satgas itu nanti mengaasi kegiatan belajar mengajar agar membentuk suasana yang aman dan nyaman bagi siswa. Semua warga sekolah berhak melapor kok, jika memang ada bullying," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved