Gunungkidul

4 Pantai di Gunungkidul Terdampak Gelombang Tinggi

Sebanyak satu gazebo hanyut terkena hantaman ombak, 20 set jaring hilang, tiga gazebo hilang, dan satu lapak pakaian hilang.

4 Pantai di Gunungkidul Terdampak Gelombang Tinggi
internet
Ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gelombang tinggi masih menerjang Pantai Selatan Gunungkidul.

Menurut Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono, pantai terparah terkena gelombang tinggi ada empat pantai.

"Terparah Pantai Somandeng 15 gazebo rusak, tiga lapak pedagang rusak, dan empat warung makan yang menggunakan bertembok jebol," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (19/7/2018).

Baca: Waspada Ombak Besar di Pantai Ngandong Gunungkidul, Ini Tips Aman saat Berlibur ke Pantai

Marjono mengatakan pantai terparah yang terkena gelombang tinggi adalah Pantai Drini.

Sebanyak satu gazebo hanyut terkena hantaman ombak, 20 set jaring hilang, tiga gazebo hilang, dan satu lapak pakaian hilang.

"Di Pantai Baron tidak mengalami kerusakan," imbuh Marjono.

Marjono mengatakan pihaknya bersama warga masih melakukan evakuasi terhadap puing bangunan.

Sementara itu seorang nelayan Pantai Andong, Sarpan mengatakan dirinya sudah berhenti melaut sejak lima hari lalu.

"Saat ini sudah lima hari tidak melaut, kebanyakan nelayan di Pantai Ngandong sudah tidak melaut pada 5 hari lalu, para nelayan sudah memprediksi adanya gelombang tinggi kami melihat dari hitungan kalender Jawa dan juga melihat dari situs stormsurf," katanya.

Baca: Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Selatan Gunungkidul Sejak Empat Hari Lalu

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ia mengatakan menggunakan tabungannya selama ini.

"Kebutuhan sehari-hari dari tabungan serta kebetulan ada usaha warung makan, untuk teman-teman nelayan lain jika tidak melaut nyambi sebagai buruh tani," Katanya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved