TRIBUNJOGJATV ONLINE

VIDEO: Kontes Robot Indonesia di UMY

kompetisi ini merupakan responS revolusi industri 4.0 yaitu mengantisipasi perubahan-perubahan ekonomi yang timbul

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 91 tim dari 48 universitas di Indonesia berkompetisi di Kontes Robot Indonesia (KRI) ke-18 yang digelar di UMY mulai 10-13 Juli 2018.

Kompetisi tingkat nasional ini dibagi dalam lima devisi yakni Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).

Ketua Dewan Juri KRI Nasional 2018, Wahidin Wahab menjelaskan kompetisi ini merupakan acara puncak dari serangkaian seleksi sebelumnya di mana para peserta yang datang saat ini telah memenangi kompetisi robot di tingkat regional.

Mereka telah menjalani rangkai seleksi, mulai dari pengusulan desain robot yang diuji dan dievaluasi panitia hingga dilanjutkan kontes robot tingkat nasional.

Baca: 91 Tim Berlaga dalam Kontes Robot Indonesia di UMY

Sama seperti gelaran KRI sebelumnya yang selalu memiliki tema berbeda, kompetisi KRI ini pum memiliki perbedaan dalam teknis lomba dan penilaian tiap divisinya.

Ketua Panitia KRI 2018 Sri Atmaja P Rosyidi menjelaskan salah satunya, yakni kontes Robot Abu Indonesia yang memiliki tema cukup unik, yakni "Lempar Bola Berkah".

"Tema ini mengacu pada tema kompetisi ABU Robocon tingkat internasional yang akan digelar di Ninh-Binh, Vietnam pada Agustus mendatang. Juara dari KRAI 2018 akan menjadi wakil Indonesia untuk terbang ke Vietnam," jelasnya.

Sementara tema pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia mengusung tema "Robot Pemadam API Berkaki", sedangkan tema untuk Kontes Robot Sepak Bola Indonesia beroda adalah "Sepak Bola Robot Menuju Liga Sepak Bola Robot Tahun 2050."

Sama seperti gelaran KRI sebelumnya, perpaduan antara teknologi dan kearifan lokal Indonesia juga dihadirkan dalam bentuk Kontes Robot Seni Tari Indonesia yang mengangkat tema "Robot Penari Remo". Penari Remo seniri adalah taran khas Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Baca: Serunya Robot Main Bola Hingga Menari Gemulai Di KRI 2018

Menurutnya, kompetisi ini merupakan respon revolusi industri 4.0 yaitu mengantisipasi perubahan-perubahan ekonomi yang timbul dengan harapan mahasiswa bisa lebih adaptif, responsif.

KRI Nasional 2018 juga diramaikan dengan acara symposium robotik yang digelar pada Selasa (10/7), serta bazaar expo dan pameran robot yang diikuti oleh TNI AD.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY Hilman Latief menekankan bahwa pihaknya akan memberikan fasilitas terbaik demi kelancaran kompetisi robot nasional.

"UMY akan berusaha sebaik mungkin bisa melayani seluruh kontingen dan juga penonton yang diperkirakan sekitar 3000an. Mudah-mudahan bisa memberikan pelayanan yang terbaik. Kami juga mengundang siswa-siswa SMA harapnnya mereka tertarik berkontribusi di bidang robotik," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help