Bisnis

Sebanyak 72 Persen UMKM Belum Terfasilitasi KUR, Pemerintah Luncurkan Skema Baru Pembiayaan

Tahun 2018, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menargetkan penyaluran kredit untuk KUR sebesar Rp 120 triliun.

Sebanyak 72 Persen UMKM Belum Terfasilitasi KUR, Pemerintah Luncurkan Skema Baru Pembiayaan
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi DIY Gandeng Pemkab Sleman Kenalkan Program Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMI) bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan permodalan.

Tahun 2018, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menargetkan penyaluran kredit untuk KUR sebesar Rp 120 triliun.

Namun demikian, Kepala Bidang PPA II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi DIY, Ludiro menyampaikan, masih cukup banyak jumlah usaha mikro yang tidak terfasilitasi oleh KUR yang jumlahnya mencapai 44 juta usaha lebih atau 72.1 persen dari jumlah UMKM.

Baca: Dirjen Perbendaharaan Propinsi DIY Gandeng Pemkab Sleman Kenalkan Program Pemberdayaan Usaha

"Tapi itu belum bisa men-cover UMKM Nasional yang jumlahnya 61 juta tadi baru sekitar 17 juta yg bisa ter-cover. Sisanya 44 juta belum bisa tercvover KUR karena belum memenuhi syarat," ujar Ludiro pada Kamis (12/7/2018).

Ia melanjutkan, sebagai upaya untuk mengatasi Gap tersebut, pemerintah meluncurkan skema baru melalui Pembiayaan Ultra Mikro.

Pembiayaan Ultra Mikro adalah penyediaan dana yang bersumber dari Pemerintah atau bersama dengan Pemerintah Daerah, atau pihak lain untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada usaha mikro.

Selain untuk menjangkau para pelaku usaha mikro yang tidak terjangkau oleh program KUR pembiayaan UMi ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas pembiayaan yang mudah dan murah bagi Usaha Mikro serta menambah jumlah wirausaha yang terfasilitasi oleh pemerintah termasuk wirausaha baru dan meningkatkan nilai keekonomian debitur.

Baca: Yogyakarta dan 3 Kota Lain Serentak Gelar Peringatan Hari UMKM Internasional

Ludiro menambahkan, kredit ini diperuntukkan bagi usaha Ultra Mikro seperti pedagang di pasar.

"Jadi seorang itu dalam sehari keuntungannya 50 persen dari modalnya. Makanya ini skema bunganya mungkin relatif bisa jadi dua digit. Tergantung pada lembaga penyalurnya," lanjut dia.

Ia menambahkan, kalaupun bunganya dua digit, maka bunga tersebut diperuntukan bagi usaha yang untungnya tinggi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bunganya memang berbeda, dalam artian bunga ini relatif.

"Tapi itu tadi bunganya yang lebih tinggi dibandingkan dengan KUR karena memang keuntungan yang didapat dari debitur cukup sangat tinggi," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved