Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Janabadra Peroleh Akreditasi A

Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Janabadra meraih akreditasi A dari BAN-PT pada 7 Juli 2018 kemarin

Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Janabadra Peroleh Akreditasi A
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Wakil Dekan 2 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Janabadra menunjukan tanaman hidroponik yang merupakan unggulan dari prodi Agribisnis yang saat ini terakreditas A 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Janabadra meraih akreditasi A dari BAN-PT pada 7 Juli 2018 kemarin.

Peningkatan akreditasi ini sudah dipersiapkan sejak 2015 lalu.

Prodi Agribisnis telah mempersiapkan, berbenah, tak hanya SDM dari dosen karyawan dan mahasiswa, tapi fasiltias, termasuk lab, kebun, tata kelola, sistem informasinya.

Dekan fakultas Pertanian, Subeni, mengatakan dengan akreditasi A ini, pihaknya tergolong salah satu prodi yang unggul.

"Kami mencetak lulusan bukan secara pengetahuan saja, tapi dibekali dengan sikap dan ketrampilan. Ketrampilan ini sudah digunakan oleh pengguna baik hotel, rumah makan, mal, lembaga khusus seperti pesantren dan perorangan yang sudah banyak menggunakan karya dari kami," terangnya (11/7/2018).

Dengan model pembelajaran berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), prodi Agribisnis mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja, serta pengalaman kerja.

Hal ini untuk mewujudkan pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sekotar yang terkait dengan pertanian dan bisnis.

Retno Lantarsih, wakil dekan 1 sekaligus ketua prodi Agribisnis mengatakan integrasi dengan KKNI ini lebih detil kepada hasil lulusan.

Pihaknya ingin membentuk lulusan yang baik secara akademis, softskill dan bisa langsung diterima pasar.

"Ini termasuk konten mata kuliah sebagai ujung tombak yang membentuk mahasiswa. Dengan ini, mahasiswa agribisnis bisa menjadi apa saja, misalnya manager, wirausaha, dosen, atau pengembang agribisnis," jelasnya.

Sementara itu, Sulistyo, dosen Budi daya tanaman, mengatakan dengan akreditasi ini pihaknya ingin mengubah pola pikir bahwa bertani itu kotor menjadi bertani yang efisien dan berkelanjutan.

Salah satu program unggulannya adalah menciptakan hidroponik yang tidak mahal dan ramah lingkungan.

"Kami memiliki visi memecah permasalah semakin padatnya penduduk perkotaan. Kemandirian perkotaan sangat penting karena desa juga sudah mengalami degradasi lahan," ujarnya.

Hidroponik adalah hal yang modern, bersih, dan terjaga dari hama, perawatan mudah dan keren. Cara ini juga dapat menangkal polusi kota karena kekurangan lahan.

"Ke depan bukan hanya sayuran dan tanaman hias saja, tapi kami juga akan mengembangkan palawija, juga penerapan robot dalam tanaman hidroponik." ucapnya. (tribunjogja.com)  

Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help