Yogyakarta

Dijumpai Tarif Parkir 'Nuthuk', Sekda DIY : Ada Pembiaran

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menilai, polemik tarif parkir sudah berulang kali terjadi dan terkesan ada pembiaran.

Dijumpai Tarif Parkir 'Nuthuk', Sekda DIY : Ada Pembiaran
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Sekda DIY, Gatot Saptadi 

TRIBUNJOGJA.COM - Mahalnya parkir'>tarif parkir yang sampai melebihi aturan, dikeluhkan oleh banyak wisatawan saat libur lebaran silam.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY pun menilai, polemik tersebut sudah berulang kali terjadi dan terkesan ada pembiaran.

Baca: Kepergok Curi Burung Murai Milik Anggota Brimob, Warga Kalasan Ini Sempat Dimassa

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi mengatakan bahwa kunci untuk mengatasi masalah itu adalah kemauan dari pemerintah kota-kabupaten, untuk melakukan eksekusi di lapangan.

Sebab, tambahnya, regulasi yang ada sudah sangat jelas.

"Dasarnya kan SK Walikota, itu harus diterapkan. Dalam artian, para pelaku, atau pemantau di lapangan, ya Satpol PP dan sebagainya, mau atau tidak melakukan eksekusi, regulasinya kan sudah jelas," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (12/7/2018).

Baca: Dishub DIY Godok Kebijakan Penetapan Tarif Batas Atas Parkir

"Tapi, selama ini ada sedikit pembiaran, mohon maaf ya, artinya tidak dilakukan langkah-langkah konkrit, dengan memberi penalty pada pelaku pelanggaan tersebut," imbuh Gatot.

Mengenai sanksi terhadap para juru parkir (jukir) nakal yang selama ini dianggap terlalu ringan, ia berdalih kalau kultur Yogyakarta memang lebih menekankan pada langkah persuasif.

Dirinya pun optimis, kalau langkah itu merupakan upaya terbaik.

"Di dalam aturan, sanksinya memang tipiring (tindak pidana ringan). Jadi, kultur Yogyakarta kan menjaga, jangan sampai hal-hal seperti itu muncul. Kalau masih bisa, ya dilakukan secara persuasif, saya yakin itu bisa," ucapnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved