Sutradara Hollywood Bakal Angkat Kisah Penyelamatan Dramatis di Gua Thailand

sang sutradara juga mengumunkan rencananya untuk menggarap cerita dramatis dan heroik tersebut menjadi sebuah film Hollywood

Sutradara Hollywood Bakal Angkat Kisah Penyelamatan Dramatis di Gua Thailand
AFP/AL Thailand
Tim penyelam Angkatan Laut Thailand di gua Tham Long selama operasi penyelamatan 12 remaja laki-laki dan pelatih tim sepak bola yang terperangkap di goa di Taman Hutan Non Khun Nam Nang di distrik Mae Sai, provinsi Chiang Rai, Thailand. 

TRIBUNJOGJA.COM - Cerita dramatis proses penemuan dan penyelamatan 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola yang terperangkan di sebuah gua di Thailand masih menjadi perbincangan hangat publik dunia.

Bahkan cerita tersebut juga langsung menyedot perhatian pembuat film Amerika yang saat ini dikabarkan sudah berada di tempat kejadian.

(Baca: Kisah Dr Richard Harris, Sang Pahlawan Sejati Evakuasi di Gua Thailand)

Dilansir Daily Mail, sang sutradara juga mengumunkan rencananya untuk menggarap cerita dramatis dan heroik tersebut menjadi sebuah film Hollywood.

Michael Scott, CEO dan salah satu pendiri Pure Flix Entertainment, membantu upaya penyelamatan di kaki bukit sistem gua gunung Tham Luang di Chiang Rai, saat ia tinggal di Thailand paruh waktu.

(Baca: Ini Foto Pertama Remaja yang Terjebak di Goa di Thailand Usai Diselamatkan)

"Keberanian dan kepahlawanan yang saya saksikan sangat menginspirasi, ini akan menjadi film bagi kami," kata Scott kepada The Hollywood Reporter.

Pure Flix Entertainment adalah perusahaan produksi berbasis agama di balik franchise film God's Not Dead.

Scott juga mengatakan cerita itu menghantam keluarganya, karena istrinya tumbuh bersama mantan Sersan. Saman Kunan, yang bekerja sebagai sukarelawan bersama penyelamat ketika dia meninggal pada 6 Juli.

(Baca: Dunia Rayakan Keberhasilan Evakuasi Remaja Pemain Sepak Bola Thailand yang Terjebak di Goa)

Ia mengatakan bahwa ia sudah berbicara dengan beberapa penyelam yang terlibat dalam penyelamatan, dan melalui kontaknya di Thailand, dia telah berbicara dengan beberapa keluarga anak laki-laki itu.

Anak-anak dan pelatih tersebut dirawat di rumah sakit, dengan pelatih, Ekkapol Ake Chantawong (25) menjadi orang terakhir yang diselamatkan pada hari Selasa (10/7/2018).

Semua diperkirakan akan tetap di rumah sakit hingga seminggu karena tes dijalankan untuk berbagai penyakit dan infeksi.

(Tribun Jogja/Hanin Fitria)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help