Pendidikan

Konferensi Kolaborasi untuk Inovasi Digelar di Pusat Konvensi Internasional Institut Pertanian Bogor

Konferensi Kolaborasi untuk Inovasi digelar di Pusat Konvensi Internasional Institut Pertanian Bogor.

Konferensi Kolaborasi untuk Inovasi Digelar di Pusat Konvensi Internasional Institut Pertanian Bogor
IST
Konferensi Kolaborasi untuk Inovasi digelar di Pusat Konvensi Internasional Institut Pertanian Bogor. 

TRIBUNJOGJA.COM – Konferensi Kolaborasi untuk Inovasi digelar di Pusat Konvensi Internasional Institut Pertanian Bogor.

Acara dibuka oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KEMRISTEKDIKTI) Prof Dr Ocky Karna Radjasa M.Sc. dan Pelaksana Tugas Direktur Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) David Hoffman.

Konferensi ini merupakan pertemuan pertama antara para mitra dan pemangku kepentingan program USAID Sustainable Higher Education Research Alliance (SHERA), program kemitraan penelitian kolaboratif antara beberapa universitas terpilih di Indonesia dan AS yang dilaksanakan bersama KEMRISTEKDIKTI.

Baca: Menlu AS Ucapkan Selamat Menyambut Ramadan ke Umat Muslim

Konferensi ini mempertemukan pihak universitas, berbagai badan pemerintah, lembaga penelitian dan pembangunan, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat dan donor untuk mendiskusikan kemitraan penelitian yang sedang berlangsung dan kolaborasi di masa depan.

Pada saat yang sama konferensi juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan di antara para peserta.

“Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), memiliki sejarah panjang dalam mendukung ilmu pengetahuan, teknologi, dan penelitian inovatif di Indonesia. Kami bangga dapat melanjutkan komitmen ini melalui program SHERA,” demikian kata Pelaksana Tugas Direktur USAID Hoffman dalam rilis yang diterima Tribun Jogja dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, Rabu (11/7/2018).

Kemitraan USAID SHERA meningkatkan kapasitas institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk menemukan solusi bagi tantangan pembangunan yang paling mendesak di Indonesia.

Program ini mendukung lima Centers for Collaborative Research (CCR) di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di beberapa universitas terkemuka, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada dan Institut Pertanian Bogor.

Berbagai universitas ini menginisiasi kerjasama penelitian dengan 17 universitas lain di beberapa daerah di Indonesia dan delapan universitas di AS, yaitu University of Colorado Boulder, University of Colorado Denver, Massachusetts Institute of Technology, University of Rhode Island, Mississippi State University, University of Illinois Urbana-Champaign, University of Florida dan Savannah State University. Subyek penelitian berkisar dari distribusi air bersih, keamanan pangan hingga solusi energi terbarukan.

“Private sector itu cenderung ingin inovasi yg sudah jadi, siap dipasarkan dapat dikomersilkan . Adalah tanggung jawab kami untuk mengarahkan serta membina khususnya CCR agar hasil penelitiannya memiliki nilai jual di mata swasta,” demikian kata Prof Dr Ocky.

Baca: Kemenristekdikti Gaet Pihak Swasta Demi Peningkatan Jumlah Riset di Indonesia

“Sektor swasta merupakan sumber daya yang belum tergali yang dapat mengubah upaya penelitian ini menjadi inovasi yang lebih besar yang dapat meraup keuntungan ekonomi serta kemakmuran yang lebih besar bagi Indonesia dan negara-negara lain di tingkat kawasan dan tentunya bagi dunia,” imbuh Hoffman.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved