Informasi Penerimaan CPNS 2018 Terbaru: Pemerintah Buka 100 Ribu Formasi Tenaga Pendidik

Pemerintah membutuhkan lebih kurang 100.000 guru pada seleksi CPNS tahun 2018 ini, untuk mengurangi kekurangan tenaga pendidik.

Informasi Penerimaan CPNS 2018 Terbaru: Pemerintah Buka 100 Ribu Formasi Tenaga Pendidik
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah empat tahun moratorium, pemerintah kembali membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejak tahun 2017 lalu.

Tahun 2018 ini, pemerintah kembali menerima pendaftaran CPNS untuk gelombang ketiga.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, dalam jumpa pers di sela-sela acara Rakornas Pegawai tahun 2018 menjelaskan, penerimaan CPNS tahun ini dilakukan karena banyak pegawai yang pensiun.

"Ada sekitar 220.000 orang yang pensiun. Nah insyaallah dalam waktu dekat akan kita umumkan jumlah formasinya baik itu kementerian/lembaga (KL) atau pemerintah daerah, kabupaten/kota," jelas Asman di hadapan awak media, seperti dirilis Badan Kepegawaian Negara (BKN) di akun Twitternya.

Namun, pemerintah tidak akan menerima sejumlah itu, karena akan memakai sistem minus gross atau pertumbahan yang minus.

Oleh karena itu, jumlah CPNS yang diterima akan kurang dari 220.000.

Di luar formasi teknis, pemerintah akan menambahkan formasi khusus untuk guru dan tenaga kesehatan.

Asman mengatakan, pemerintah membutuhkan lebih kurang 100.000 guru pada seleksi CPNS tahun ini, untuk mengurangi kekurangan tenaga pendidik.

"Itu untuk menutupi kekurangan guru yang menurut data Kementerian Dikbud kekurangan 700.000-a guru untuk seluruh daerah," tambahnya.

Seleksi untuk penerimaan CPNS guru juga akan dilakukan secara bersamaan dengan formasi lain.

Tenaga di bidang kesehatan juga akan mendapat peioritas menurut Asman.

Namun, jumlahnya masih menunggu pengajuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan daerah.

"Kita menunggu dari Kemenkes yang pensiun berapa, kemudian permintaan dari daerah berapa. Kan ada Puskesmas baru," ujarnya.

Terkait dengan seleksi CPNS terintegrasi, Asman mengungkapkan beberapa alasannya, yakni agar tak terpecah-pecah dan dapat terkontrol. (*)

Penulis: say
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved