Bisnis

PHRI Dorong Pengelola Hotel dan Restoran Sertifikasi

Dari sekitar 320 hotel dan restoran anggota PHRI, saat ini yang sudah memiliki sertifikasi label resmi sekitar 60 persen.

PHRI Dorong Pengelola Hotel dan Restoran Sertifikasi
IST
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Yogyakarta Istidjab M Danunagoro. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki semester dua tahun ini, para pengelola hotel dan restoran di Yogyakarta di bawah Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY memaksimalkan pemasukan dari Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE).

Ketua PHRI DIY, Istidjab Danunagoro menuturkan, pihaknya terus mendorong anggota PHRI memperoleh sertifikasi dari lembaga sertifikasi usaha pariwisata agar para konsumen yang ingin menyelenggarakan MICE di hotel atau restoran tidak risau soal profesionalitas pelayanan.

Baca: PHRI DIY Dorong Hotel Dukung Gandeng Gendong

Istidjab menyebutkan, dari sekitar 320 hotel dan restoran anggota PHRI, saat ini yang sudah memiliki sertifikasi label resmi sekitar 60 persen.

Upaya mendorong para pengelola mencari sertifikasi ini juga didukung oleh pemerintah dengan memberikan bantuan 50 persen biaya sertifikasi.

"Kalau sudah disertifikasi kan jelas, hotel ini misalnya memang masuk kategori bintang 3, restoran juga, nanti kalau sertifikasi kan diaudit dan dinyatakan memang layak masuk kategori berapa. Ini untuk memberikan kepercayaan pelayanan pada konsumen," terang Istidjab pada Tribunjogja.com, Selasa (10/7/2018).

Lanjut Istidjab, sertifikasi sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya standar pelayanan yang dikelola secara profesional.

Baca: PT Angkasa Pura Bersinergi Bersama PHRI Sleman Majukan Industri Pariwisata

Sebab, ini menjadi satu di antara hak tamu sebagai konsumen yang menggunakan jasa hotel dan restoran untuk acara mereka.

Saat ini, okupansi hotel dan restoran di Yogyakarta mencapai sekitar 65 persen.

Sesuai siklus tahunan, memasuki semester dua tahun ini, pemasukan terbesar dari hotel selain dari tamu menginap juga dari MICE.

"Kalau hotel atau restoran sudah ada label sertifikasi, maka konsumen yang ingin menggunakan jasa untuk acara MICE pasti tidak tahu lagi. Karena baik perusahan maupun dari kalangan pemerintah pasti membutuhkan predikat hotel atau restoran masuk kategori apa untuk laporan mereka," imbuh Istidjab. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help