Gunungkidul

Periksa Rekam Jejak, Timsel Akan Pantau Media Sosial Calon Komisioner KPU di Gunungkidul

Dalam rekrutmen Tim seleksi (Timsel) akan melihat rekam jejak calon komisioner hingga akun media sosial yang bersangkutan.

Periksa Rekam Jejak, Timsel Akan Pantau Media Sosial Calon Komisioner KPU di Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Timsel saat melakukan sosialisasi rekrutmen KPU, Selasa (10/7/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul telah membuka rekrutmen untuk posisi komisioner sejak tanggal 4-12 Juli nanti.

Dalam rekrutmen Tim seleksi (Timsel) akan melihat rekam jejak calon komisioner hingga akun media sosial yang bersangkutan.

Anggota timsel, Mutiulah mengatakan dalam seleksinya akan memeriksa akun media sosial milik calon komisioner seperti Facebook, Twitter, dan lainnya.

Baca: Sosialisasi Perekrutan Komisioner KPU Dinilai Mepet

"Kami akan memeriksa rekam jejak calon komisioner hingga ke media sosial miliknya, karena lewat media sosial dapat dilihat karakter seseorang dari update status misalnya. Selain itu kami tidak mau komisioner terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian," tuturnya pada Tribunjogja.com, setelah acara sosialisasi rekrutmen KPU, Selasa (10/7/2018).

Ia mengatakan saat ini baru dua orang yang mendaftarkan diri sebagai komisioner KPU, padahal Komisioner untuk kabupaten Gunungkidul dibutuhkan sebanyak sepuluh orang.

"Satu di antara faktor adalah karena keterlambatan sosialisasi ini, karena kami juga baru saja dilantik sehingga sosialisasi rekrutmen komisioner ini menjadi mundur waktunya," terangnya.

Selain itu ia mengatakan dalam rekrutmen komisioner ada kuota khusus untuk perempuan yaitu sebesar 30 persen dari jumlah komisioner yang diterima.

"Kuota perempuan ada 30 persen jika sampai tanggal 12 nanti belum ada perempuan yang mendaftar sebagai komisioner maka pendaftaran akan diperpanjang satu kali lagi yaitu kira-kira 2-3 hari," tuturnya.

Baca: KPU Bantul Gelar Sosialisasi Pendaftaran Anggota KPU

Disinggung mengenai gaji komisioner, ia mengatakan untuk gaji mencapai Rp 10 juta sampai Rp 12 juta.

"Karena pekerjaan ini pekerjaan full time jadi tidak bisa disambi jika ada seorang pebisnis yang mendaftar mau tidak mau harus meninggalkan bisnisnya, jika tidak bisa meninggalkan paling tidak cuti untuk sementara waktu," terangnya.

Sementara itu Ketua KPU Gunungkidul, Zaenuri Ihsan mengatakan, dalam rekrutmen ini membutuhkan partisipasi masyarakat.

Dengan adanya partisipasi, masyarakat langsung dapat memberikan masukan kepada timsel untuk mendapatkan komisioner yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

"Harapan kami, kami bisa mendapatkan komisioner yang berintegritas tinggi serta profesional," tuturnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help