Makna Teriakan 'Burn, Belgrade!' Bek Kroasia yang Membuat Gempar

Bek Timnas Kroasia Domagoj Vida membuat gempar setelah dirinya meneriakan slogan pro-Ukraina pascakemenangan timnya atas Rusia

Makna Teriakan 'Burn, Belgrade!' Bek Kroasia yang Membuat Gempar
IST
Domagoj Vida, pemain Timnas Kroasia 

TRIBUNJOGJA.com - Beberapa waktu lalu, bek Timnas Kroasia Domagoj Vida membuat gempar setelah dirinya meneriakan slogan pro-Ukraina pascakemenangan timnya atas Rusia di perempatfinal Piala Dunia 2018.

Setelah itu, ia kembali muncul dalam sebuah rekaman video yang tak kalah menggemparkannya, terutama bagi publik Rusia.

(Baca: Polisi Buru Suporter Inggris yang Kedapatan Joget Rayakan Kemenangan di Atas Ambulans)

Dalam video tersebut, Vida, yang terlihat duduk bersama dengan asisten pelatih Kroasia Ivica Olic, memegang sebuah botol sambil meneriakan kalimat "Glory to Ukraine!" dan "Burn, Belgrade!" dalam bahasa Kroasia.

'Glory to Ukraine', merujuk pada ungkapan 'Jayalah Ukraina' sementara 'Burn, Belgrade!' merujuk pada ungkapan 'Bakar, Beograd!'.

Ini merupakan dua ungkapan bernada politis yang berhubungan dengan krisis hubungan antara Rusia dan Ukraina.

Untuk diketahui, Rusia dan Ukraina pernah mengalami hubungan diplomatik yang fluktuatif.

Berdasarkan penelusuran, hubungan keduanya mulai dibangun pada tahun 1990-an setelah pembubaran Uni Soviet.

Sebelumnya kedua negara ini merupakan anggota dari Uni Soviet.

Hubungan mereka sebenarnya sudah ada sejak abad ke-17. Hanya saja hubungan tersebut berakhir pada abad ke-18 setelah otonomi dari Hetmanat Kazaki dihapuskan oleh Yekaterina yang Agung dan wilayahnya digabungkan ke Kekaisaran Rusia.
Hubungan tersebut pulih dalam waktu yang sangat singkat yakni selama kecamuk Perang Dunia I setelah Revolusi Oktober.

Kemudian pada tahun 1920, Ukraina dikuasai oleh Soviet Rusia dan hubungan antara kedua negara tersebut berubah dari hubungan internasional menjadi hubungan dalam negeri Uni Soviet.

Pada 10 Februari 2015, Verkhovna Rada (parlemen Ukraina) mengusulkan untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan Rusia.

Meskipun hal ini tidak terjadi, diplomat Ukraina Dmytro Kuleba menyatakan di awal April 2016 bahwa hubungan diplomatik tersebut memburuk hingga hampir terhenti.

Atas dasar itulah, ucapan Domagoj Vida dianggap merupakan hal yang sensitif dan berkaitan dengan sikap politis.

Setelah insiden itu, Komite Disiplin FIFA mengeluarkan peringatan kepada Vida, tetapi tidak melarang pemain Besiktas yang berusia 29 tahun ini dari keikutsertaannya di semifinal Piala Dunia, di mana Kroasia akan menghadapi Inggris pada 11 Juli.

Insiden itu juga diikuti dengan suspensi Vukojevic dari tugasnya di Piala Dunia oleh Federasi Sepakbola Kroasia. (*)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved