Pungutan Sekolah

Jadi Polemik, Pembayaran Uang Seragam dan Operasional di SMP N 4 Ngaglik Dihentikan

Jadi Polemik, Pembayaran Uang Seragam dan Operasional di SMP N 4 Ngaglik Dihentikan

Jadi Polemik, Pembayaran Uang Seragam dan Operasional di SMP N 4 Ngaglik Dihentikan
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ketua FORPI Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba menunjukkan bukti pungutan yang diminta oleh SMPN 4 Ngaglik, Sleman kepada orangtua siswa, Senin (09/07/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM - Proses pembayaran uang seragam dan operasional di SMP N 4 Ngaglik dihentikan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Wantini saat dihubungi Tribun Jogja Selasa (10/7/2018).

"Kami minta dihentikan dulu, Kepala Sekolah sudah setuju. Menurut penjelasan kepala sekolah, sebelumnya sudah ada musyawarah hari Sabtu (7/7).Nah mungkin ada orangtua yang terlambat atau tidak datang, sehingga tidak tahu runtutannya. Itu yang dikatakan kepala sekolah," kata Wantini.

Terkait dengan pembiayaan PPDB, pihaknya sudah memberikan himbauan tentang PPDB. Dalam himbauan tersebut, ia menerangkan tidak ada pembiayaan yang dikaitkan dengan PPDB.

"Kami sudah memberikan himbauan ke sekolah. Kalau sekolah mau sampaikan program, mestinya dilakukan melalui musyawarah dulu. Setelah proses pendaftaran selesai, baru mulai susun program dan kegiatannya," terangnya.

Baca: Ketua Komisi D DPRD DIY : Penarikan di Sekolah Tidak Etis

Wantini menilai, permasalah di SMPN 4 Ngaglik sekolah tergesa-gesa. Meski demikian, ia yakin sekolah tidak ada niatan untuk melakukan pungutan.

"Ini kelalaian ya. Ini kan siswa baru dan orangtua baru, jangan tergesa-gesa. Musyawarah dulu, sampaikan program dan kegiatan, kan waktunya juga tidak sesingkat itu. Tapi saya yakin sekolah tidak ada niatan," ujarnya.

Ia mengaku kecewa atas permasalahan yang menimpa SMP 4 Ngaglik. Selama proses PPDB, Sleman tidak menemukan kendala apapun,baik dari sisi server dan lainnya.

"Ya sebenarnya menyayangkan ya. Dari awal PPDB sudah berjalan bagus, proses dan pelaksanaan lancar. Server tidak ada trouble, kok dilalah ada informasi seperti ini. Ya kecewa. kami sudah berikan teguran, harapannya tidak terjadi lagi," tutupnya. (tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved