Sleman

Lumpuhkan Pelaku Penyerangan, Aiptu Almunir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Polda DIY melaksanakan upacara kenaikan pangkat luar biasa di halaman Mapolda DIY tadi pagi, Senin (9/7/2017).

Lumpuhkan Pelaku Penyerangan, Aiptu Almunir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
istimewa
Kapolda DIY, Brigjen Pol. Ahmad Dofiri saat memberi penghargaan secara simbolik dari Kapolri kepada Aiptu Al Munir berupa kenaikan pangkat luar biasa setingkat lebih tinggi menjadi Ipda. Tampak Kapolda sedang melakukan salam komando dengan Ipda Al Munir. (Foto : Dok. Bidang Humas Polda DIY). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polda DIY melaksanakan upacara kenaikan pangkat luar biasa di halaman Mapolda DIY tadi pagi, Senin (9/7/2017).

Adapun dalam upacara tersebut, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Al Munir mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya, yaitu menjadi Inspektur Dua (Ipda).

Kenaikan pangkat tersebut dikarenakan kesigapan dan ketegasan Al Munir saat melumpuhkan pelaku penyerangan di Gereja St Lidwina Bedog Sleman Februari lalu.

Kenaikan pangkat luar biasa yang diterima Aiptu Al Munir tertuang dalam lampiran keputusan Kapolri bernomor Kep/836/VI/2018 tanggal 21 Juni 2018 dan ditandatangani langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Kapolda DIY, Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si dalam sambutannya mengatakan, dirinya sengaja menghadirkan seluruh personel Polda DIY lengkap termasuk Kapolres, Kapolsek, dan juga ibu-ibu Bhayangkari bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal itu semata-mata untuk menunjukkan rasa bangga terhadap salah satu personil Polda DIY yang secara khusus mendapatkan penghargaan dari Kapolri berupa kenaikan pangkat luar biasa.

"Apa yang diterima oleh saudara Al Munir sama artinya kita semua personil Polda DIY mendapat penghargaan itu," kata Kapolda.

Kapolda melanjutkan, kejadian yang terjadi bulan Februari lalu memang menjadi perhatian khusus masyarakat dan menggemparkan. Namun, karena tindakan berani dan terukur yang dilakukan Ipda Al Munir justru mengangkat harkat dan martabat Polda DIY. Mengingat kesigapan Ipda Al Munir saat waktu itu betul-betul menunjukkan dedikasi dan loyalitasnya sebagai seorang anggota Polri.

"Marwah kita dipertaruhkan, kalau seandainya kejadian itu tidak ada kehadiran Ipda Al Munir yang dengan tanggap dan penuh tanggung jawab tentunya (kejadian itu) lain ceritanya," ujarnya.

Lebih lanjut, dengan tindakan yang diambil Ipda Al Munir mengingatkan Kapolda akan ucapan seorang pengamat Kepolisian yang fenomenal pada zamannya, yaitu mendiang Prof. Dr. Sucipto. Di mana untuk menjadi anggota Polisi membutuhkan rumus O2H, yakni otak, otot dan hati nurani.

"Ipda Al Munir sudah menunjukkan itu, dengan sigap langsung datang ke TKP. Selain itu, dia punya hati nurani, yaitu bukan mematikan tetapi melumpuhkan pelaku. Karena, seorang anggota polisi bukan memerangi orangnya, tapi yang diperangi adalah mindset kejahatan yang ada di otaknya," ujarnya.

Ditambahkan Kapolda, ketiga hal tersebut memang harus terangkum menjadi satu dan benar-benar diresapi oleh setiap anggota Polri. Selain diresapi, harus didedikasikan dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan.

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help