Lifestyle

Etika Pemasangan Lampu Kabut pada Kendaraan

Aturannya sudah jelas tertera di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan pada pasal 34.

Etika Pemasangan Lampu Kabut pada Kendaraan
NMI
Desain lampu kabut dan gril, sporty look. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Tidak sedikit para pemilik kendaraan yang melakukan pemasangan lampu kabut sebagai komponen tambahan (aksesori).

Walaupun pada beberapa produk mobil keluaran baru, fitur ini sudah disematkan langsung oleh pabrikan.

Namun jangan salah kaprah, jenis lampu ini harusnya digunakan oleh pengendara ketika melalui daerah yang diselimuti kabut tebal, asap ataupun ketika sedang melalui hujan yang sangat lebat.

Tentu saja demi kepentingan tersebut, pemasangan lampu kabut ini diizinkan.

Hanya saja penerapannya tetap harus mematuhi syarat-syarat yang telah diatur pemerintah.

Aturannya sudah jelas tertera di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan pada pasal 34.

Baca: Cara Jitu Tandai Lokasi Parkir Kendaraan, Biar Kamu Tak Pening Puter-puter di Parkiran

Lampu kabut, sesuai pasal tersebut harus memenuhi lima persyaratan sebagai berikut.

a. Punya cahaya warna putih atau kuning.

b. Titik tertinggi permukaan penyinaran, tidak melebihi titik tertinggi permukaan penyinaran dari lampu utama dekat.

c. Dipasang pada ketinggian tidak melebihi 800 millimeter.

d. Tepi terluar permukaan penyinaran lampu kabut tidak melebihi 400 milimeter dari sisi terluar kendaraan.

e. Tidak menyilaukan pengguna jalan.

Jika sudah bawaan pabrik, mungkin sudah melalui uji tipe di mana pemasangannya tentu sesuai regulasi yang berlaku.

Namun buat yang memasangnya di pasar aksesori umum, sebaiknya perlu diperhatikan juga etika pemasangannya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingat Lagi Etika Lampu Kabut pada Kendaraan", https://otomotif.kompas.com/read/2018/07/09/075300815/ingat-lagi-etika-lampu-kabut-pada-kendaraan.
Penulis : Ghulam Muhammad Nayazri
Editor : Agung Kurniawan

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help