Animasi Aliran Angin dari Australia Penyebab Suhu Dingin di Pulau Jawa

Tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia

Animasi Aliran Angin dari Australia Penyebab Suhu Dingin di Pulau Jawa
windy.com
Animasi aliran angin 

TRIBUNJOGJA.com - Dalam beberapa minggu terakhir suhu dingin melanda hampir sebagian besar wilayah di Pulau Jawa.

Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono mengatakan penurunan suhu merupakan salah satu karakteristik musim kemarau.

Pada bulan Juli, wilayah Australia tengah berada pada musim dingin.

(Baca: Waspadai Penyakit Akibat Suhu Dingin seperti Saat Ini)

Sifat dari massa udara yang berada di Australia dingin, kering, dan memiliki tekanan yang relatif tinggi.

Berikut animasi aliran angin dari Australia yang melintasi Pulau Jawa :

Tekanan udara yang relatif tinggi di Australia ini menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia semakin sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara yang semakin besar pada malam hari di Indonesia khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

"Kandungan uap air dalam udara (kelembabannya) sangat rendah. Uap air punya sifat dapat menyerap radiasi atau panas yg berasal dari Bumi, shg bs menghangatkan suhu bumi. Rendahnya uap air dalam udara maka radiasi dari bumi langsung ke luar ke atmosfir tanpa ada yg menyerap. Kondisi inilah yg menyebabkan suhu udara disekitar bumi menjadi cepat dingin," kata Djoko, Sabtu (7/7/2018).

(Baca: Fenomena Aphelion dan Suhu Dingin Ekstrim serta Embun Beku di Dieng, Inilah Penjelasan BMKG)

Djoko menerangkan suhu dingin pada malam hari akan berlangsung selama periode musim kemarau.

Sementara puncak kemarau di Yogyakarta akan terjadi pada bulan Agustus.

"Jadi selama Juli sampai Agustus udara dingin masih berlangsung. Untuk itu masyarakat harus menjaga kesehatan. Kurangi aktivitas di malam hari. Banyak istirahat dan minum air putih yang cukup, karena sifat udara dingin dan kering. Siang hari juga relatif panas," terangnya.

(Baca: Suhu Drop di Angka 5 Derajat Celcius, Tanaman di Dieng Diselimuti Kristal Es)

Halaman
12
Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved