Lifestyle

Serunya Belajar Film Sambil Camping

Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari rentang jenjang pendidikan pelajar SMP, SMA, kuliah, hingga umum

Serunya Belajar Film Sambil Camping
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari H
Suasana Jogja Movie Camp 2018 bertempat di Ekowisata Sungai Mudal yang diselenggarakan tiga hari dari 6-8 Juli 2018. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Yayasan Sinema Yogyakarta menyelenggarakan Jogja Movie Camp 2018, sebuah program workshop tentang film sambil camping Ekowisata Sungai Mudal, Kulonprogo, 6 hingga 8 Juli 2018.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari rentang jenjang pendidikan pelajar SMP, SMA, kuliah, hingga umum dan rata-rata berasal dari luar DIY seperti Probolinggo, Cianjur, Bandung, Solo, Jakarta hingga Riau.

Headmaster Jogja Movie Camp 2018, Ifa Isfansyah berpesan kepada peserta untuk menjadikan acara ini sebagai medium berproses bagi peserta, tidak hanya dalam bidang film, tetapi juga dalam kehidupan.

Sementara Lija Anggraheni selaku Managing Director Yayasan Sinema Yogyakarta mengatakan dipilihnya tema kemah ini agar para peserta bisa lebih dekat dan lebih mudah menerima ilmu yang diberikan oleh mentor yang diundang.

Baca: Luna Maya Ceritakan Pengalamannya Beradegan di Film Horor Sabrina

"Tema camp kita pilih karena ngomongin film itu berat, masak harus dikemas dengan acara yang berat juga. Jadi camping itu merupakan satu metode yang kami rasa akan fun apalagi untuk kalangan pelajar. Dan dengan nge-camp itu bisa menjadi bonding antar peserta, sehingga mereka bisa lebih dekat," ujarnya, Sabtu (7/7/2018).

Workshop ini adalah upaya untuk meregenerasi sineas dan yang paling penting bukan tentang soal bagaimana membuat film, tapi bagaimana mencintai film. Maka dari itu, mereka menyaring peserta bukan yang sudah berpengalaman.

"Harapan kami, mereka tahu film itu apa, dan mereka belajar bikin film tidak hanya soal teknis. Selain itu mereka diarahkan untuk memanfaatkan penggunaan gadget dengan lebih jelas tujuannya. Tidak hanya sekedar narsis, tp bisa jadi karya dan prestasi," ulasnya.

Hanung Bramantyo, salah satu mentor yang dihadirkan dalam kegiatan ini mengatakan dirinya di sini untuk membuat anak-anak muda melek media.

Agar mereka bisa menulis dengan gambar, menulis dengan audio visual.

"Itu penting karena medium audio visual sekarang lebih banyak dikonsumsi masyarakat dibanding medium teks," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help