Kota Jogja

Disdik Kota Yogya akan Lakukan Re-Grouping Sekolah

Tujuannya adalah untuk melakukan pemerataan sebaran sekolah negeri di kota yang saat ini jumlahnya lebih banyak di sisi utara.

Disdik Kota Yogya akan Lakukan Re-Grouping Sekolah
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Kepala Disdik Kota Yogyakarta dan Kabid Pendidikan Tenaga Kependidikan Data dan Informasi Disdik Kota Yogyakarta sedang menjelaskan erornya sistus PPDB di balaikota (28/6/2018). 

Laporan Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan bahwa pihaknya segera memproses re-grouping sekolah di Kota Yogyakarta.

Tujuannya adalah untuk melakukan pemerataan sebaran sekolah negeri di kota yang saat ini jumlahnya lebih banyak di sisi utara.

"Tahun ini kami mencoba memproses, dan tahun depan yakni 2019 semoga sudah bisa diterapkan," ungkapnya, Sabtu (7/7/2018).

Ia mengatakan, re-grouping tersebut akan dilakukan untuk SMPN 12 dan SMPN 14.

Hal tersebut dikarenakan kedua SMP berada di lokasi yang berdekatan.

Nantinya, di daerah tersebut hanya ada satu sekolah yakni SMPN 12.

Baca: Tak Terima Rencana Sekolah Bersejarah Mau Diregrouping, Warga Jatimulyo Wadul ke DPRD Bantul

"Sementara nanti untuk SMPN 14 pindah ke SDN Karangsari yang ada di sisi tenggara sehingga mendekatkan siswa yang tinggal di sisi selatan kota. Selanjutnya SDN Karangsari nanti akan re-grouping dengan SD yang ada di sekitar sana," bebernya.

Kebijakan tersebut, tambahnya, akan mempermudah siswa yang akan masuk jenjang SMP melalui jalur zonasi pada PPDB tahun 2019.

"Saya harap pemerintah pusat tidak mengubah kebijakan lagi," ucapnya.

Baca: Disdikpora DIY Sebut Ada Beberapa Potensi Masalah yang Kerap Muncul Saat PPDB

Sebelumnya, Edy menuturkan bahwa sistem PPDB tahun ini sebenarnya menawarkan peluang yang besar agar siswa bisa masuk ke SMP Negeri karena bisa melalui dua jalur, yakni prestasi dan zonasi.

"Rata-rata mereka memilih 4-5 sekolah saja untuk jalur prestasi dan zonasi. Padahal bisa memilih 16 sekolah untuk prestasi dan zonasi. Bila tidak lolos di prestasi, maka bisa ikut ke zonasi dan memilih 16 sekolah lagi," bebernya.

Sebaran wilayah SMP Negeri di Kota Yogyakarta yang tak merata, lanjutnya, sebenarnya sudah terakomodasi melalui jalur prestasi.

"Ada peluang siswa yang di selatan bisa sekolah di SMP Negeri yang ada di utara," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help