Kota Jogja

Panwaslu Kota Yogya Temukan 1.260 Data Pemilih Bermasalah

Ketua Panwaslu Kota Yogyakarta Iwan Ferdian menjelaskan bahwa setidaknya terdapat 1.260 DPS bermasalah yang ia temukan di lapangan.

Panwaslu Kota Yogya Temukan 1.260 Data Pemilih Bermasalah
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua Panwaslu Kota Yogyakarta Iwan Ferdian saat memberikan keterangan pers terkait DPS bermasalah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Panwaslu Kota Yogyakarta masih menemukan data pemilih sementara (DPS) yang bermasalah hingga kemarin, Jumat (6/7/2018).

Ketua Panwaslu Kota Yogyakarta Iwan Ferdian menjelaskan bahwa setidaknya terdapat 1.260 DPS bermasalah yang ia temukan di lapangan.

"Misalkan di Mergangsan ada DPS yang tidak memu at kolom nama untuk semua pemilih di TPS 7 Keparakan. Panwascam serta Panwasly Kota Yogyakarta kemudian memberikan himbauan agar segera diganti dengan DPS lengkap yang memuat nama pemilih. PPS Keparakan langsung merespons hal tersebut," ujarnya dalam jumpa pers di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Jumat (6/7/2018).

Baca: Pilkada Magelang, Panwaslu Pergoki Puluhan Warga Titip Nyoblos

Iwan menyebutkan, 1.260 DPS bermasalah tersebut meliputi data pemilih tanpa Nomor Induk Kependudukan (NIK) 10 orang, data pemilih ganda 1.019 orang, TNI/Polri aktif yang terdaftar 1 orang, pemilih meninggal dunia 103 orang, pemilih tidak jelas identitasnya 49 orang, dan pemilih memenuhi syarat namun tidak terdaftar 65 orang.

"Kami melakukan pencermatan data. Beberapa data yang mencurigakan kami datangi ke lapangan. Ada nama di DPS, tapi setelah dicek di lapangan nama tersebut tidak ada," jelasnya.

Ia juga mengatakan terkait 65 orang yang memenuhi syarat tapi belum terdaftar meliputi pemilih yang baru pindah ke kota naman tidak dimasukkan dan warga kota yang sudah lama memiliki KTP kota tapi belum dimasukkam dalam DPS.

Baca: 334.392 Warga Kulonprogo Terdaftar dalam DPS

"Ada Pantarlih yang kurang cermat. Kelalaian memasukkan data, sehingga ada nama ganda. Jadi dari temuan kami bukan disengaja," bebernya.

Ia pun meminta agar warga berperan aktif dalam penetapan DPS.

Pasalnya, penetapan DPS dinilai Iwan menjadi hal yang sangat penting sebelum DPS diproses ke tahap selanjutnya yakni daftar pemilih tetap atau DPT.

"Dicermati dan aktif untuk melihat dan melaporkan, apakah namanya sudah ada atau belum," ungkapnya.

Pada 17 Juni 2018, KPU Kota Yogyakarta menetaokan DPS sejumlah 300.863 pemilih yang terdiri dari 144.179 laki-laki dan 156.684 perempuan.

Terkait DPS tersebut, Panwaslu Kota Yogyakarta melakukan pengawasan terhadap penempelan DPS dan menekukan beberapa masalah yang telah disebutkan sebelumnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved