Tak Boleh Sembarangan, Seperti Inilah Aturan Pemasangan 'Polisi Tidur', Ukuran Hingga Penempatannya

Sejatinya, polisi tidur ini bertujuan sebagai peringatan bagi pengendara kendaraan agar mengurangi kecepatannya.

Tak Boleh Sembarangan, Seperti Inilah Aturan Pemasangan 'Polisi Tidur', Ukuran Hingga Penempatannya
Net
Polisi tidur 

TRIBUNJOGJA.COM - Alat pembatas kecepatan kendaraan atau yang lazim disebut 'polisi tidur' kerap dijumpai di beberapa ruas jalan, khususnya di dalam areal perkampungan.

Sejatinya, polisi tidur ini bertujuan sebagai peringatan bagi pengendara kendaraan agar mengurangi kecepatannya.

Namun terkadang, polisi tidur yang dijumpai berukuran terlalu tinggi, terlalu tajam, dan tak jarang pula hal itu justru bisa membahayakan pengendara.

Kasie Manajemen dan Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Yogya, Hari Purwanto, menjelaskan keberadaan alat pembatas kecepatan atau yang lazim disebut polisi tidur sudah diatur dalam peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 82 Tahun 2007. 

Dalam pasal 3 disebutkan, alat pembatas kecepatan adalah kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan kendaraannya.

Baca: Begini Aturan tentang Polisi Tidur

Penempatan alat pembatas kecepatan ini meliputi, jalan di lingkungan pemukiman. Jalan lokal yang mempunyai kelas jalan III C, serta pada jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.

Penempatannya dilakukan pada posisi melintang tegak lurus dengan jalur lalu lintas.

Pada jalur lalu lintas dapat didahului dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu-rambu lalulintas.

Penempatan alat pembatas kecepatan berjarak 25 meter dari persimpangan.

Baca: Minim Sosialisasi,  Warga Kurang Tahu Memasang Polisi Tidur sesuai Peraturan

Sedangkan pengulangan penempatan alat pembatas kecepatan minimal berjarak 100 meter.

Halaman
12
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved