Kota Jogja

Sistem Zonasi di Kota Yogyakarta Diklaim Sudah Dipahami Orangtua Siswa

Siswa yang memiliki nilai USBN tinggi pun, tidak ada yang datang untuk mengeluhkan tentang persaingan dengan siswa yang rumahnya jauh lebih dekat

Sistem Zonasi di Kota Yogyakarta Diklaim Sudah Dipahami Orangtua Siswa
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Antrean siswa yang didampingi orangtuanya saat melakukan verifikasi di SMPN 15 Yogyakarta, Kamis (5/7/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana menjelaskan bahwa hingga Kamis (5/7/2018) siang mengatakan bahwa tidak ada keluhan atau aduan orang tua terkait sistem PPDB jalur zonasi untuk jenjang SMP.

"Kalau untuk layanan hari ini tidak banyak yang datang. Artinya mereka fokus pada sekolah dan mereka sudah memahami sistem ini," ujarnya.

Terkait siswa yang memiliki nilai USBN tinggi pun, dituturkan Edy, tidak ada yang datang untuk mengeluhkan tentang persaingan dengan siswa yang rumahnya jauh lebih dekat dengan sekolah meskipun nilainya rendah.

"Mereka yang punya bekal nilai, sudah terlayani di jalur prestasi. Jadi nggak ada komplain jarak, semua sudah valid," ucapnya.

Baca: PPDB Tingkat SMP di Gunungkidul Alami Kendala

Adanya antrean yang mengular saat verifikasi, Edy menuturkan bahwa masyarakat masih beranggapan bahwa verifikasi dilakukan di sekolah pilihan pertama.

"Padahal bisa di semua sekolah (yang masuk pilihan)," tambahnya.

Edy kembali menegaskan, adanya sistem zonasi ini untuk menghilangkan cap sekolah favorit yang melekat pada segelintir sekolah di Kota Yogyakarta.

Melalui sistem zonasi, pembelajaran akan berlangsung merata dan harapannya semua sekolah menjadi sekolah favorit.

"Saya sudah menyampaikan pada guru untuk mempersiapkan diri. Nantinya sekolah yang dulunya dianggap sekolah favorit akan menerima siswa dengan nilai tinggi dan juga rendah. Dulu kaget, sekarang sudah legawa," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help