Gunungkidul

Hari Kedua Pendaftaran Caleg, KPU Gunungkidul Masih Sepi

Belum satupun partai politik (parpol) di Gunungkidul yang mendaftarkan calon legislatifnya ke KPU pada hari ke dua pendaftaran caleg

Hari Kedua Pendaftaran Caleg, KPU Gunungkidul Masih Sepi
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Belum satupun partai politik (parpol) di Gunungkidul yang mendaftarkan calon legislatifnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ke dua pendaftaran caleg.

"Mungkin hanya faktor administrasi saja mengapa caleg belum mendaftar ke KPU," terang Ketua KPU Gunungkidul M Zainuri Ikhsan saat dihubungi, Kamis (5/7/2018).

Ia mengatakan KPU membuka pendaftaran caleg hingga 17 Juli 2018 pukul 24.00.

Bahkan pada hari libur pun KPU tetap melayani pendaftaran caleg.

"Ketika ada yang mendaftar kami akan mengecek terlebih dahulu berkasnya, lalu akan kami verifikasi lebih lanjut," tuturnya.

Baca: Pendaftaran Caleg di Kabupaten Magelang Dibuka, Ada 50 Kursi Lowong

Zaenuri mengatakan caleg mantan narapidana kasus korupsi, narkoba tidak diperbolehkan untuk mendaftar.

"Karena sudah ada aturannya yaitu Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018, pelaku kejahatan seksual terhadap anak juga tidak diperbolehkan nyaleg," terangnya.

Dalam proses pendafataran pihaknya berharap agar parpol tetap menyaring sendiri caleg mantan narapidana korupsi.

"Hendaknya parpol memilah dan memilih nama caleg yang diajukan berkasnya, sebelum memasukkan ke KPU," tuturnya.

Baca: Hari Pertama Pendaftaran di Kulonprogo, Belum Satupun Parpol Serahkan Berkas Caleg

Sementara itu Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Anwaruddin mengatakan pihaknya setuju dengan aturan yang diberlakukan KPU terkait pelarangan mantan narapidana korupsi untuk mencalonkan sebagai caleg.

"Setuju, sebab itu sebagai warning untuk pejabat publik untuk berhati - hati terhadap maslah korupsi. Saya kira ini bentuk keadilan dan keberpihakan hukum terhadap rakyat," tuturnya.

Ia juga mengatakan aturan tersebut juga menjadi efek jera terhadap siapapun akan berhati-hati terhadap jabatan publik.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help