Kulonprogo

Smart City untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi

Program smart city di Kulonprogo diharapkan bisa menjadi jalan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Smart City untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi
smartcities.ieee.org
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Program smart city di Kulonprogo diharapkan bisa menjadi jalan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat. 

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menegaskan smart city tidak bisa sekadar dijadikan 'menara gading' atau label yang dipajang untuk tebar pesona.

Melainkan, program itu harus dijadikan dukungan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Sebaliknya, apabila hanya sekadar dijadikan label, tidak ada daya ungkit terhadap pemberdayaan ekonomi.

"Ujungnya, tidak ada pengungkit penyelesaian permasalahan kesejahteraan di tengah masyarakat," kata Hasto saat Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia di Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kulonprogo, Rabu (4/7/2018).

Baca: Kulonprogo Terpilih Mengikuti Program Gerakan Menuju 100 Smart City

Dengan melemahnya kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika, kata Hasto, langkah tepat untuk mengantisipasinya adalah dengan membangun kemandirian ekonomi.

Ini supaya Indonesia tidak terus tergantung pada negara lain.

Dalam konteks Kulonprogo, ia berharap pada implementasi smart city nanti, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) senantiasa bertindak profesional dan bisa bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menunjang perkembangannya. 

Kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA) menurutnya perlu disambut dengan baik.

Pihaknya menginginkan bandara itu menggunakan produk lokal yang disediakan BUMD.

Saat ini, Pemkab juga telah menyiapkan AirKu dan ketersediaan debit air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun untuk bisa digunakan untuk kebutuhan NYIA. 

Baca: Perlu Komitmen untuk Menerapkan Smart City

"Seiring program smart city, kami menargetkan semua kecamatan atau minimal 50 desa di Kulonprogo telah terpasang jaringan fiber optic dan saat ini tengah dipasang jaringannya oleh pihak ketiga," jelas Hasto. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulonprogo, Rudiyatno mengungkapkan, bimtek smart city merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemkab Kulonprogo tentang Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City Kabupaten Kulonprogo.

Di antaranya poin yang tercantum adalah Kemenkominfo memberikan fasilitasi tenaga ahli.

Tugasnya membimbing segenap unsur pemerintah daerah yang terlibat, agar mengetahui, mengerti, memahami, dan dapat menginisiasi program ini secara nyata.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved