Gunungkidul

Seniman di Gunungkidul Ini Lestarikan Batik melalui Mural

Ia mengatakan saat ini kampung batik di kepek masih belum dijamah oleh pemerintah kabupaten Gunungkidul.

Seniman di Gunungkidul Ini Lestarikan Batik melalui Mural
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangariwibowo
Seorang seniman sedang membuat mural di tembok warga Kepek, Wonosari, Rabu (4/7/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Batik telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia.

Untuk melestarikan batik, pemuda asal Kepek, Wonosari ini mencoba melakukannya dengan cara yang unik.

Adalah Guntur Susilo yang bersama masyarakat sekitar rumah tinggalnya membuat kampung batik.

Tidak hanya bersama tetangganya tetapi ia mencoba kolaborasi dengan seniman lokal DIY untuk menghias kampungnya dengan mural bertemakan batik.

"Mural batik di tembok-tembok warga untuk menyambut hari batik yang diperingati pada 2 Oktober mendatang," tuturnya, Rabu (4/7/2018).

Baca: Malioboro Mall Gelar Lomba Mural

Guntur mengaku dirinya melatih masyarakat sekitar terutama ibu-ibu untuk membuat batik sejak 2010 dan sudah dapat melatih setidaknya 20 orang.

"Bahkan desainer pakaian dari Rusia sempat belajar membuat batik di tempat saya, untuk dikolaborasikan batik dengan desainnya," tuturnya.

Ia telah mampu membuat pola batik sendiri diantaranya dinamakan batik wonopawiro, batik manding kepek, batik wonopawiro menceritakan sejarah terbentuknya kabupaten Gunungkidul.

Usahanya membuat kampung batik ini direspon oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang pada 20 Oktober mendatang kampung batik akan diluncurkan.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved