Gunungkidul

Investor Harus Sejalan dengan Visi dan Misi Desa dalam Pengembangan Pariwisata

Ia lebih memilih memanfaatkan dana desa yang diterima dari pusat untuk mengembangkan desa wisata dari pada memasukkan investor dari luar.

Investor Harus Sejalan dengan Visi dan Misi Desa dalam Pengembangan Pariwisata
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Desa Wisata Bleberan, Kecamatan Playen pilih-pilih investor untuk mengembangkan desa wisata Bleberan.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala desa Bleberan, Supraptono.

"Di Desa Bleberan sudah ada beberapa tawaran investor. Kita tidak menerima investor dari luar kecuali berbentuk CSR. Dengan CSR kan konsepnya berbeda ada unsur pemberdayaan masyarakat pada bantuan CSR kalau investor yang menanamkan uangnya langsung cenderung kapitalis," terangnya.

Ia lebih memilih memanfaatkan dana desa yang diterima dari pusat untuk mengembangkan desa wisata dari pada memasukkan investor dari luar.

Baca: Pengembangan Pariwisata, Desa Harus Punya Ketegasan Dalam Memilih Investor

"Lebih luas lagi dana desa kami untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang harapan kedepannya jika sudah bersinergi dengan baik akan dapat mencukupi kebutuhan desa ke depan," tuturnya.

Ke depannya ia akan mengembangkan objek wisata Sri Gethuk dengan menambah tempat pemandian anak-anak memanfaatkan dana desa yang diterima.

"Karena Air di Sri Gethuk cukup banyak untuk itu inovasi ke depannya, dan kita punya tanah milik kas desa dan juga kehutanan yang sudah ada MoU mungkin ke depannya akan dibangun taman-taman agar wisatawan betah tinggal di desa Bleberan," terangnya.

Senada dengan apa yang dilakukan kepala desa Bleberan, Sekretaris Pegiat Kelompok Wisata (Pokdarwis) Ngelanggran Sugeng Handoko mengatakan saat ini tidak ada investor dari pihak luar untuk mengembangkan desa wisata Nglanggeran.

Baca: Jumlah Wisatawan di Nglanggeran Menurun, Namun Omzetnya Meningkat

"Tidak ada investor karena konsep yang dikembangkan adalah memang dari masyarakat. jika ada yg mau investasi ya dari masyarakat sekitar," terangnya.

Ia mengatakan jika ada investor yang minat untuk masuk ke objek wisata Nglanggeran investor harus sesuai dengan visi dan misi desanya.

"Jika investor yang memiliki keinginan membantu desa mengembangkan Nglanggeran kami akan melihat terlebih dahulu visi dan misinya harus sama dengan desa," tuturnya.

Ia mengatakan dengan sistem pemberdayaan masyarakat yabg dilakukan telah berhasil membuat 150 orang di desanya ikut membangun Nglanggeran.

"Kita libatkan semua masyarakat, kami mengelola jadwal sedangkan masyarakat lain ada yg mengelola parkir, ada yg menjadi pemandu, petugas kebersihan," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help