Travel

Sosok di balik Jembatan Bambu Pantai Samas Bantul

Jembatan bambu ini berada tepat di bagian belakang tulisan Pesona Pengklik.

Sosok di balik Jembatan Bambu Pantai Samas Bantul
Instagram @gunawanjir
Jembatan Bambu di Pantai Samas Bantul 

Kawasan wisata Pantai Samas yang berada di wilayah Srigading, Sanden, Bantul perlahan mulai bersaing dengan wisata pesisir pantai Bantul lainnya seperti Pantai Parangtritis dan Depok. Pesona Pengklik di Pantai Samas misalnya, yang akhir-akhir ini mulai banyak dikunjungi wisatawan. Ini karena keberadaan jembatan bambu yang ada disana.

JEMBATAN bambu ini berada tepat di bagian belakang tulisan Pesona Pengklik. Dari lokasi parkir, sudah tampak jembatan kayu ini yang memanjang dari bibir pantai sampai wedi kengser atau gundukan pasir yang muncul di dekat pantai. Lebarnya hanya satu meter, tapi panjangkanya, sampai 210 meter.

Sekilas, jembatan bambu ini terkesan sederhana karena strukturnya semua dibuat dari bahan bambu. Warna bambu juga dibuat natural, tanpa pewarna cat. Untuk merekatkan antar bambu, dipakai tali dari ijuk dan juga paku. Tapi ketika menelisik ke biaya pembuatannya, tak bisa dibilang murah.

“Habis sekitar Rp 60 juta. Itu sudah semua. Mulai dari membeli bambu, tali sampai ongkos tenaga pekerja. Padahal perkiraan awal saya hanya kisaran Rp 20 juta,” kata Mugiyono, pengelola jembatan bambu di Pesona Pengklik Pantai Samas ketika dihubungi pada Sabtu (30/6/2018).

Membengkaknya perkiraan biaya pembuatan jembatan ini menurut Mugiyono karena jumlah batang bambu yang dipakai ternyata sangat banyak. Tercatat, sudah hampir 2000 an batang bambu dipakai untuk membuat jembatan. Karena semua bambu harus dibeli, biaya membeli bambu mencapai Rp 40 juta.

Banyaknya jumlah bambu yang dipakai ini karena struktur jembatan kesemuanya memakai bahan bambu mulai dari tiang penyangga, kerangka sampai alas jembatan. Wajar, jembatan ini ‘padat’ dengan material bambu yang membuatnya kokoh. Jembatan nyaris tak ‘bergoyang’ saat dilewati.

Panjang jembatan yang mencapai 210 meter sampai bisa membelah kali Opak juga butuh banyak batang bambu. Tapi dengan panjang 210 meter ini, pengunjung bisa menyeberang dan menginjakkan kaki sampai ke gundukan pasir menyerupai pulau kecil yang berada di seberang Pantai Samas.

Jembatan Bambu yang berada di kawasan wisata Pesona Pengklik Pantai Samas, Sirgading, Sanden, Bantul. Foto diambil Sabtu (30/6/2018).
Jembatan Bambu yang berada di kawasan wisata Pesona Pengklik Pantai Samas, Sirgading, Sanden, Bantul. Foto diambil Sabtu (30/6/2018). (IST)

Tapi Mugiyono, tak menyesal sudah merogoh kocek cukup dalam hanya demi membangun jembatan bambu ini sampai-sampai hasil panen ikan gurameh sekitar Rp 30 juta juga ikut dipakai. Parahnya lagu, sejak dibuka bulan Ramadan lalu, pemasukan dari jembatan ini baru sekitar Rp 5 juta.

“Sudah terlanjur dibuat. Saya prediksi bisa tahan 2 tahun kalau tidak ada gangguan besar. Mau bagaimana lagi. Saya sudah sangat senang melihat warga dan wisatawan ramai datang dan bisa menikmati jembatan yang saya buat. Tapi harapan saya ya minimal bisa balik modal,” ujar Mugiyono.

Sementara Suprihatin, istri Mugiyono lah yang kerap menjaga jalan masuk melawati jembatan bergantian dengan suami dan anaknya. Tarif yang dipatok, adalah Rp 5 ribu rupiah untuk pengunjung bisa melewati jembatan. “Biasanya suami saya pagi jam 6 datang ngecek jembatan setelah itu gantian jaga dengan saya,” katanya.

Pasca sempat sangat ramai ketika awal dibuka sekitar bulan puasa lalu, Suprihatin mengaku bahwa jembatan bambu buatan suaminya itu selalu dikunjungi. Hanya saja, jumlahnya orang yang datang tak menentu. Bisa sampai 500 orang dalam sehari seperti saat musim liburan, tapi juga bisa hanya 50 orang di hari biasa.

Dijelaskan Suprihatin, mayoritas pengunjung yang datang adalah kalangan remaja usia belasan tahun yang biasa melewati tengah jembatan untuk ber-selfie ria. Selain itu, beberapa keluarga juga kerap datang untuk sekedar menghabiskan waktu dan juga berfoto bersama.

Indah Nurani, salah satu pengunjung mengaku sengaja datang dari rumahnya daerah Sentolo untuk berfoto di jembatan bambu. “Beberapa waktu lalu saya lihat teman saya foto di jembatan ini lalu diposting di instagram. Saya lihat kok bagus. Makanya saya datang ke sini untuk juga berfoto,” katanya.

Sejauh ini, menurut Indah, dirinya cukup puas setelah datang ke jembatan bambu karema memang menawarkan pemandangan yang bagus. Kebetulan, saat itu menurut Nuraini cuaca sedang cerah sehingga membuat foto yang ia ambil benar-benar melegakan hatinya karena tampak bagus.

“Senang juga kalau di daerah Pantai Samas ini soalnya bisa sekalian datang ke tempat bagus lainnya. Saya juga mau ke kebun bunga matahari di dekat sini. Juga berfoto di pinggir Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) karena banyak yang berfoto di sana hasilnya juga bagus,” kata Indah. (Susilo Wahid TRIBUNjogja.com)

Penulis: sus
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help