Kulonprogo

Hasto Wardoyo Imbau Warga di Lahan Bandara Bersedia Pindah

Ia juga menuding warga penolak yang masih bertahan telah memaksakan kehendak

Hasto Wardoyo Imbau Warga di Lahan Bandara Bersedia Pindah
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
warga berusaha menghalangi alat berat merobohkan pohon miliknya saat pembersihan lahan pembangunan bandara di Glagah. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa perobohan rumah warga dalam pembersihan lahan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) sebagai keniscayaan.

Ia juga menuding warga penolak yang masih bertahan telah memaksakan kehendak dengan memaksa untuk tetap tinggal di areal lahan tersebut.

Hasto menyebut, proses pengosongan lahan dan pembersihan arealnya kini masih terus berjalan.

Setelah aneka pepohonan dan tanaman maupun benda lain di atas tanah tersebut dibersihkan, tentu saja pekerjaan selanjutnya akan menyasar bangunan-bangunan yang masih berdiri.

Termasuk rumah-rumah yang masih ditinggali sebagian warga terdampak.

Hal ini menurutnya sudah pasti akan terjadi karena proyek tersebut berkejaran waktu dengan target operasional bandara.

"Waktunya sudah tidak ada lagi. Land clearing pasti akan mengenai rumah warga. Sudah pasti, itu keniscayaan. Namun, yang terpenting adalah upaya kita untuk memanusiakan manusia seutuhnya. Jangan diseret, jangan disakiti. Warga yang rumahnya tergusur jangan sampai terlantar. Itu yang terpenting menurut saya," kata Hasto, Minggu (1/7/2018).

Menurutnya masih ada 31 keluarga warga penolak bandara yang masih bertahan tinggal di areal lahan pembangunan NYIA.

Hanya saja, sebagian diketahui sudah memiliki rumah di luar lahan dan tinggal separuhnya saja yang benar-benar belum memiliki rumah.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyediakan opsi lima unit rumah relokasi magersari di Kedundang yang tersisa supaya bisa digunakan warga tersebut.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help