Kota Yogyakarta

Budaya Senyum Terkikis, Warga RT 38 Cokrokusuman Membuat Pameran Foto Tersenyum

Ada empat fotografer yang menggagas pameran tersebut, yaitu : Nuswantoro, Lia Mustafa, Wahyu Damar Daru, dan Gunarto.

Budaya Senyum Terkikis, Warga RT 38 Cokrokusuman Membuat Pameran Foto Tersenyum
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Warga melihat pameran foto 'Esemu Agawe Bungah Kampungku' di Cokrokusuman, Jetis, Yogyakarta, Sabtu (30/6/2018). Pameran yang menampilkan 45 buah karya foto tersebut menyampaikan pesan untuk mengajak banyak menggunakan senyum dan tawa dalam berinteraksi dalam masyarakat. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekitar 45 foto berukuran besar ditempel di dinding di gang Cokrokusuman, RT 38 RW 08, Cokrodiningrata, Jetis, Yogyakarta.

Foto-foto disusun rapi dalam sebuah pameran sederhana. 

Uniknya, semua tersenyum dalam foto itu.

Maklum saja, pameran foto itu diberi judul Esemmu Agawe Bungah Kampungku.

Ada empat fotografer yang menggagas pameran tersebut, yaitu : Nuswantoro, Lia Mustafa, Wahyu Damar Daru, dan Gunarto.

Satu diantara fotografer tersebut, Nuswantoro mengatakan pameran tersebut berangkat dari keresahan masyarakat yang jarang tersenyum.

Unggah-ungguh Jawa dianggap sudah luntur.

Baca: Ini Lho Arti Sebenarnya Emoji Senyum Wajah Terbalik dan Tertawa Berkeringat di WhatsApp

"Masyarakat kan berkembang, ya sebenarnya gejala umum. Tetapi semakin ke sini kami merasa budaya senyum, menyapa itu terkikis. Budaya ewuh-pekeweuh semakin hilang," kata Nuswantoro saat ditemui Tribun Jogja Sabtu (30/6/2018).

"Dulu kalau mau masuk kampung, motor dituntun. Sekarang sudah hilang, ini dikasih polisi tidur juga sama saja, tetep bablas," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved