Kota Yogyakarta

Anduan Posko THR di Kota Yogya Menurun

Posko Pengaduan THR Dinas Koperasi Umum Kecil Menengah Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengalami penurunan aduan terkait THR.

Anduan Posko THR di Kota Yogya Menurun
ist
Logo Pemkot Yogyakarta 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Dinas Koperasi Umum Kecil Menengah Tenaga Kerja dan Transmigrasi (KUKMNakertrans) mengalami penurunan aduan terkait THR.

Tahun ini posko pengaduan THR hanya menerima 11 aduan.

Mediator Hubungan Industrias Dinas KUKM Nakertrans Kota Yogyakarta, Niken Setiawati mengatakan jumlah aduan tahun lalu mencapai 20 aduan.

Penurunan aduan tersebut lantaran pihaknya melakukan sosialisasi sebelum Idulfitri.

"Jika dibanding dengan tahun lalu turun cukup signifikan. Tahun lalu ada 20 aduan, sekarang hanya 11. Kami sosialisasi jauh hari, kami juga jemput bola," kata Niken Rabu (27/6/2018).

Terkait aduan yang diterima, Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas KUKM Nakertrans Kota Yogyakarta, Tri Karyadi mengatakan pihaknya sudah melakukan tindaklanjut.

"Kami langsung ke perusahaannya. Kami minta untuk membuat surat pernyataan kesediaan memberikan THR. Bagi perusahaan yang memiliki karyawan harus memberikan THR," kata Tri.

Ia melanjutkan pihaknya lebih banyak sosialisasi dan langsung ke perusahaan untuk memastikan pembayaran THR.

Dari 11 aduan tersebut, Tri mengatakan hanya karena keterlambatan saja.

"Kami sosialisasi dan door to door ke perusahaan yang sekiranya tidak memberikan THR. Itulah yang menyebabkan angkanya menurun. THR itu kan harusnya diberikan H-7 lebaran, tetapi kemarin itu ada yang H-5 belum dikasih," lanjutnya.

Kondisi ekonomi perusahaan yang tidak baik menjadi penyebab terlambatnya pembayaran THR tersebut.

Meski terlambat, karyawan kemudian tetap mendapat THR.

"Dari 11 itu rata-rata dari perusahaan jasa, seperti hotel atau restoran yang okupansinya tidak besar. Mereka khawatir dengan pendapatan mereka, sehingga agak terlambat," kata Tri.

"Tetapi akhirnya mereka sanggup memberikan THR. Libur kan panjang, okupansi juga kemudian meningkat. Jadinya ya mereka berani," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved