Hukum

Ijazah Ditahan, 2 Mantan Pekerja Salon Mengajukan Gugatan

Sejak pertama masuk kerja, penggugat mengaku ijazahnya telah ditahan perusahaan dengan alasan prosedur.

Ijazah Ditahan, 2 Mantan Pekerja Salon Mengajukan Gugatan
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Suasana sidang gugatan antara Theresia dan Desniati melawan sebuah salon di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan Hubungan Industrial Yogyakarta yang dipimpin oleh hakim Ketua P Cokro hendro Mukti, Selasa (26/6) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Penahanan ijazah dan PHK sepihak dari sebuah salon, membuat Theresia Isworowati (23) dan Desniati Munawaroh (23) menempuh jalur hukum untuk mendapatkan haknya.

Keduanya merupakan mantan pegawai salon yang di PHK karena memasang status di BBM.

Dalam status tersebut, Theresia menyampaikan bahwa pemilik ingin pekerjanya tertib, namun pemilik sendiri justru tidak tertib.

Theresia Isworowati (23) menjelaskan bahwa dirinya sudah bekerja selama dua tahun di perusahaan tersebut.

Sejak pertama masuk kerja, ia mengaku ijazahnya telah ditahan perusahaan dengan alasan prosedur.

"Ijazah ditahan waktu masuk. Alasan sudah menjadi prosedur mereka. Selesai kerja baru bisa dikembalikan (harusnya)," ungkapnya usai sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan Hubungan Industrial Yogyakarta, Selasa (26/6/2018).

Wakil Ketua DPD Konferedasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY, Kirnadi yang mendampingi kedua penggugat mengungkapkan, tidak semua gugatan dikabulkan oleh majelis hakim.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan dalam perkara Gugatan PHI No: 03/Pdt.Sus PHI/2018/PN.Yyk.

"Ada tiga yang kami tuntut, yaitu tentang penahanan ijazah, pesangon, dan PHK. Tidak semua dikabulkan oleh majelis, hanya pesangon dan PHK saja yang dikabulkan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved