Kota Yogyakarta

Sebanyak 21 Juru Parkir Nakal Menjalani Proses Hukum

Pelanggaran yang dilakukan juru parkir tersebut beragam, mulai dari mematok tarif parkir yang tidak sesuai dengan peraturan

Sebanyak 21 Juru Parkir Nakal Menjalani Proses Hukum
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Perbandingan karcis parkir liar dan resmi. Parkir motor resmi hanya 2 ribu, sementara parkir motor liar dikenakan 5 ribu 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Imanudin Aziz menjelaskan hingga saat ini tercatat sudah ada 21 juru parkir yang telah diproses melalui jalur hukum.

"Sebanyak 21 juru parkir itu, 4 di antaranya merupakan juru parkir resmi dan sisanya adalah juru parkir liar," bebernya, Kamis (21/6/2018).

Pelanggaran yang dilakukan juru parkir tersebut beragam, mulai dari mematok tarif parkir yang tidak sesuai dengan peraturan hingga menggunakan kawasan terlarang parkir untuk meraup keuntungan luapan kendaraan saat libur Lebaran kemarin.

Baca: Seorang Pria Dikeroyok Empat Orang Hingga Tewas di Sekitar Parkir Stasiun Tugu

Berdasarkan Perda nomor 5 Tahun 2012 tentang Retibusi Jasa Umum, tarif retribusi pada satuan ruang parkir di tepi jalan umum kawasan I untuk mobil pribadi adalah Rp 2 ribu dan sepeda motor Rp 1 ribu.

Sementara untuk satuan parkir tidak tetap, mobil pribadi adalah Rp 3 ribu dan sepeda motor Rp 2 ribu.

"Penertiban terakhir yang di Gembira Loka Zoo. Mereka memanfaatkan lahan yang tidak boleh untuk parkir. Ada yang membuat karcis sendiri ada yang tanpa karcis," ujarnya.

Angka 21 juru parkir tersebut, lanjutnya, masih bisa bertambah.

Hal tersebut dikarenakan dari pihak Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta masih terus melakukan penertiban hingga Sabtu (23/6/2018).

Berdasarkan Perda nomor 18 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perparkiran, juru parkir nakal dikenai sanksi maksimal tiga bulan penjara atau denda maksimal Rp 50 juta.

"Ini bisa jadi efek jera kepada juru parkir nakal, harapannya bisa kena sanksi maksimal agar kejadian serupa tidak terulang," ucapnya.

Baca: Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Minta Juru Parkir Musiman Taati Aturan Tarif

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menuturkan bahwa pihaknya sudah mengimbau seluruh warga Yogyakarta yang memiliki usaha, termasuk pengelola parkir, agar tidak memanfaatkan musim libur lebaran dengan memberi harga yang tidak wajar.

"Namanya juga banyak tempat dan orang. Tapi tetap kita tindak. Kalau tidak kapok kita tindak lagi, sampai ke pencabutan izin," urainya.

Haryadi menambahkan, adanya pelanggaran parkir bukan hanya karena keterbatasan ruang parkir yang ada di Kota Yogyakarta melainkan karena budaya warga yang perlu diubah.

"Jadi ini bukan semata-mata keterbatasan tempat parkir, tapi perilaku dan budaya 'mumpung' dan 'nuthuk' yang harus dihentikan," tegasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help