Gunungkidul

Akhir Libur Lebaran, Pengunjung Pantai Baron Mulai Menurun

Pada penghujung libur lebaran, pengunjung pantai di Gunungkidul sudah mengalami penurunan.

Akhir Libur Lebaran, Pengunjung Pantai Baron Mulai Menurun
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Pengunjung memadati Pantai Baron pada Senin (18/6/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pada penghujung libur lebaran, pengunjung pantai di Gunungkidul sudah mengalami penurunan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi objek dan Daya Tarik Wisata, Aris Sugiyantoro, Senin (18/6/2018).

"Pada H+1 pengunjung Pantai Baron terhitung dari satu pos induk sebanyak 10 ribu pengunjung, lalu pada hari kedua mengalami kenaikan sebanyak seratus persen, lalu hari ketiga setelah lebaran mengalami penurunan ke angka 15 ribu pengunjung, itu yang melewati pos induk," terangnya.

Aris mengatakan jumlah wisatawan tersebut belum secara menyeluruh Gunungkidul, hanya pengunjung pantai.

"Angka tersebut belum mencakup objek wisata lain, seperti Gunung Gentong, Goa Pindul, Ngelanggeran," tuturnya.

Selanjutnya ia menjelaskan total keseluruhan pengunjung pada hari pertama lebaran mencapai 39.000 pengunjung.

Sedangkan pada hari kedua lebaran mengalami peningkatan sebanyak 70.500 pengunjung.

"Saya berharap target sebanyak 300.000 wisatawan dapat tercapai saat libur lebaran pada tahun ini, jika tercapai maka PAD mencapai Rp 2,6 miliar," terangnya.

Aris mengatakan pengunjung objek wisata si Gunungkidul masih didominasi dari Jawa Tengah seperti Solo, Karanganyar, Kebumen, Brebes.

"Libur pada tahun ini memang lebih panjang dari pada tahun yang lalu tetapi hari libur banyaknya sebelum hari raya. Jadi walaupun hari libur sejak senin lalu booming pengunjung tetap di H+1," terangnya.

Sementara itu Koordinator SAR Litmas Korwil II Marjono mengatakan saat ini gelombang pantai masih normal dan dapat berubah sewaktu-waktu.

"Saat ini gelombang normal, dan sudah tidak ada ubur-ubur. Padahal prediksi saya ubur-ubur akan banyak setelah lebaran karena sempat keluar pada akhir bulan puasa. Karena ada perubahan cuaca dan arah angin ubur-ubur sekarang menghilang," tutupnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help