Idul Fitri 1439 H

Meriahnya Takbir Keliling di Wonosari

Selain itu, suara alat musik gamelan serta drumband disertai suara gema takbir membuat takbir keliling semakin meriah dan syahdu.

Meriahnya Takbir Keliling di Wonosari
IST
Suasana takbir keliling di Wonosari, Gunungkidul, tampak beberapa peserta mengenakan pakaian adat Jawa berjalan sembari mengucapkan takbir kemenangan. Selain itu, tampak pula beberapa mobil yang disulap menjadi display berjalan dengan beraneka bentuk, Kamis (14/6/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gema takbir kemenangan mengiringi acara takbir keliling yang mengambil start di depan Majid Al-Ikhlas, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (14/6/2018).

Tampak ribuan orang meliputi laki-laki, perempuan, tua, mudah dan anak-anak mengenakan pakaian beraneka warna, bahkan beberapa diantaranya mengenakan pakakan adat Jawa.

Iring-iringan kendaraan bermotor, khususnya roda empat pun disulap menjadi display berjalan dengan bentuk beraneka ragam, mulai dari bentuk Masjid, kapal, Al-quran berukuran besar serta ada pula yang berbentuk ketupat.

Selain itu, suara alat musik gamelan serta drumband disertai suara gema takbir membuat takbir keliling semakin meriah dan syahdu.

Baca: Takbir Keliling Hindarkan Generasi Muda Kulonprogo dari Kegiatan Negatif

Tak ayal, ribuan masyarakat pun mulai memadati sekitar Alun-alun utara Wonosari guna menyaksikan takbir keliling yang digelar oleh PHBI Wonosari dan Formasi Gunungkidul.

Muhammad Setyo (24), warga Tegalmulyo, Kepek yang turut menyaksikan takbir keliling mengatakan bahwa ia bukan kali pertamanya melihat takbir keliling di Wonosari.

"Setiap tahun saya pasti menonton takbiran, karena ini juga sebagai salah satu bentuk merayakan hari kemenangan," katanya.

Baca: Ketua MUI : Jangan Bawa Khotbah Salat Ied ke Suasana Politik Praktis

Lanjut pemuda yang mengenakan peci ini, bahwa takbir keliling tahun ini dirasa lebih ramai dari tahun lalu.

Menurutnya, selain ikut merayakan hari kemenangan dengan menggaungkan takbir bersama-sama, ia juga dapat bertemu dengan teman-teman yang datang dari perantauan.

"Kalau malam takbir seperti ini rasanya sedih-sedih gimana gitu, dan seperti tidak boleh dilewatkan saat menonton takbiran," ujarnya.

Menurut pantauan, tampak pula puluhan petugas Kepolisian berjaga di beberapa titik yang digunakan untuk rute takbir keliling.

Arus lalu lintas di sekitaran Alun-alun Wonosari pun tidak menunjukkan adanya penumpukan kendaraan bermotor.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help