Kulonprogo

Pengosongan Lahan Bandara Kulonprogo Sesuai Jadwal

Pemrakarsa pembangunan bandara itu menegaskan bahwa pemindahan akan dilakukan setelah Lebaran

Pengosongan Lahan Bandara Kulonprogo Sesuai Jadwal
IST
Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi. 

Sejalan itu, upaya persuasi terhadap warga juga masih dilanjutkan dengan harapan sikap warga bisa semakin melunak.

AP I bersikukuh bahwa pembangunan bandara di Kulonprogo bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat sehingga cara yang dilakukan untuk memindahkan warga juga harus dipastikan dalam koridor cara yang baik.

Dalam hal ini, AP I sudah menyiapkan sekitar 20 rumah di Desa Glagah dan Palihan yang disewa untuk dihuni warga penolak.

AP I menanggung biaya sewa rumah tersebut selama tiga bulan dan akan ditambah secara fleksibel apabila masih kurang.

Baca: Dekati Warga Penolak Bandara NYIA, Bupati Kulonprogo Ingin Safari Ramadan

"Niat kami bukan menggusur tapi memindahkan ke tempat layak dam representatif sehingga warga bisa benar-benar nyaman. Tidak ada keinginan untuk menyusahkan masyarakat Kulonprogo," kata Faik.

Ditambahkan, bandara baru Yogyakarta di Kulonprogo seharusnya sudah dibangun sejak 10 tahun lalu karena terhitung paling tertinggal dibanding daerah lain.

Sekarang ini sudah waktunya Yogyakarta membangun bandara yang lebih baik dengan kapasitas penumpang lebih besar.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan Pemkab bersama pihak terkait berupaya menyiapkan langkah terbaik dan menghindari upaya paksa.

Satu per satu warga yang masih bertahan juga dipetakan secara detail untuk mengetahui problem yang dihadapi serta solusi strategi pemindahannya.

Ia menyebut pembersihan lahan sudah jadi keniscayaan untuk dikerjakan dalam waktu dekat dan tidak bisa dihindari.

Adanya rumah-rumah yang disewa itu menunjukkan adanya upaya memanusiakan warga dari pihak terkait dalam proses pemindahan itu.

"Disiapkan tempat yang layak agar tidak ada warga terlantar," kata Hasto.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help