Kulonprogo

Pemudik Diharapkan Bela-Beli Kulonprogo

Para pemudik di Kulonprogo diimbau untuk meluangkan waktu berbelanja produk lokal Kulonprogo serta mengunjungi berbagai destinasi wisatanya

Pemudik Diharapkan Bela-Beli Kulonprogo
TRIBUNJOGJA.COM/SINGGIH WAHYU NUGRAHA
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mendeklarasikan Ikrar Gerakan Bela-Beli Kulonprogo di Alun-alun Wates, Senin (25/3/2013).

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Para pemudik di Kulonprogo diimbau untuk meluangkan waktu berbelanja produk lokal Kulonprogo serta mengunjungi berbagai destinasi wisatanya.

Dengan begitu, mereka bisa sekaligus menjalankan program Bela Beli Kulonprogo.

Hal itu diungkapkan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

Menurutnya, masa libur Lebaran kali ini terbilang panjang dan hal itu bisa dimanfaatkan para pemudik untuk mendatangi pasar tradisional atau toko oleh-oleh di wilayah masing-masing dan membeli produk-produk buatan Kulonprogo sebagai buah tangan.

Baca: Pengosongan Lahan Bandara Kulonprogo Sesuai Jadwal

Dengan begitu, ada multiplier effect dari musim Lebaran ini yang bisa dirasakan masayrakat setempat dari hiruk pikuk kedatangan para pemudik.

Dirinya memang berharap para pemudik itu berbelanja keperluan sebanyak-banyak di Kulonprogo.

Sehingga, volume perputaran uang di tengah masyarakat bisa meningkat disertai tingginya daya beli masyarakat.

Baca: Logo Bela-Beli Kulonprogo Akan Warnai Setiap Produk Asli

"Harapan saya, di Kulonprogo ya bisa Bela Beli Kulonprogo. Uangnya ditinggal di sini dengan beli oleh-oleh barang dari Kulonprogo sehingga ada muliplier effect. Objek wisata di Menoreh dan pantai Kulonprogo juga banyak, jangan dilewatkan," kata Hasto, Rabu (13/6/2018).

Ia meminta para pemudik tetap waspada dan berhati-hati di jalan dengan tetap mengantisipasi rasa capek dan lelah untuk keselamatan diri.

Waktu libur saat ini cukup panjang dan pemudik dimintanya untuk mengatur kegiatan supaya tidak kecapekan.

Hasto pun tak berharap para pemudik kebut-kebutan dan salip-salipan di jalan raya.

Di sisi lain, phaknya meminta agar para pemudik tidak membawa anggota keluarganya dari kampung ke kota besar bila hanya akan menjadi pengangguran dan tidak ada pekerjaan yang jelas.

Alih-alih demikian, para perantau itu dimintanya untuk mendorong generasi muda Kulonprogo bisa menjadi tenaga kerja terlatih dan bisa bekerja di Kuloprogo.

Apalagi, saat ini Pemkab Kulonprogo akan membuka sejumlah pelatihan kerja terkait bidang kedirgantaraan yang bisa dimanfaatkan untuk menggali ilmu.

"Jadi, pemudik di Kulonprogo mari kita dorong generasi muda terlatih sebagai tenaga kerja dan sebanyak-banyaknya kerja di Kulonprogo. Ketimbang ke kota besar tanpa pekerjaan jelas," kata Hasto.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help