Sains

Mengapa Ada Orang yang Tidak Bisa Berhenti Berbohong?

Dalam kasus lain, pembohong patologis mungkin tidak memiliki kapasitas untuk menghentikan diri mereka sendiri.

Mengapa Ada Orang yang Tidak Bisa Berhenti Berbohong?
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi berbohong 

"Saya pikir itu berasal dari cacat dalam sambungan naurologis pada hal yang menyebabkan kita memiliki rasa kasih dan empati," ungkap Judith Orloff, seorang psikiater sekaligus penulis buku he Empath's Survival Guide dikutip dari Business Insider, Minggu (10/06/2018).

"Karena narsisis, sosiopat, dan psikopat memiliki apa yang disebut gangguan kekurangan empati, yang berarti mereka tidak merasakan empati dengan cara biasa," sambungnya.

Baca: Perhatikan, Ciri Inilah yang Biasa Muncul Ketika Seseorang Berbohong

Bukan Masalah Besar

Ketika Anda tidak peduli dengan orang lain, kebohongan bukan menjadi masalah besar.

Itu karena kurangnya empati yang merupakan kurangnya hati nurani.

"Ketika mereka berbohong, hal itu tidak menyakiti mereka dengan cara yang sama dengan kita," ujar Orloff.

"Begitu banyak orang yang menjalin hubungan dengan pembohong patologis, atau tidak mengerti mengapa mereka harus berbohong, karena mencoba menyesuaikan dengan orang lain dalam standar yang disebut empati," sambungnya.

Sayangnya, para pembohong patologis ini tidak bisa menyesuaikan diri.

Mereka mungkin tidak menyadari sedang melakukan kebohongan.

Kekuasaan Orloff mengatakan, mereka (pembohong patologis) benar-benar percaya bahwa mereka mengatakan kebenaran di waktu lain.

Halaman
1234
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help