Home »

News

» Sains

Sains

Debu Antariksa yang Ada di Atmosfer Bumi Ini Dipelajari, Apa Hasilnya?

Baru-baru ini para ilmuwan menyatakan bahwa debu antariksa yang dikumpulkan dari atmosfer Bumi berusia lebih tua dari Tata Surya kita.

Debu Antariksa yang Ada di Atmosfer Bumi Ini Dipelajari, Apa Hasilnya?
IST
Debu antariksa yang diperkirakan lebih tua dari matahari 

TRIBUNJOGJA.COM - Debu antariksa yang ada di atmosfer bumi ternyata menyimpan fakta menarik.

Baru-baru ini para ilmuwan menyatakan bahwa debu antariksa yang dikumpulkan dari atmosfer Bumi berusia lebih tua dari Tata Surya kita.

Para ilmuwan mengatakan, potongan halus debu antarbintang tersebut bisa mengajari kita tentang bagaimana planet dan bintang terbentuk dari awal.

Dalam laporan di jurnal Proceeding of National Academy of Sciences, partikel debu yang disebut dengan GEMS (kaca dengan logam dan sulfida tertanam) tersebut diyakini berasal daru komet.

Partikel-partikel kosmik ini diperkirakan setidaknya berusia 4,6 miliar tahun.

Menurut komposisi kimianya, debu tersebut telah melakukan perjalanan melintasi jarak yang luar biasa.

Para ilmuwan percaya bahwa partikel-partikel yang terdiri dari silikat amorf, karbon, dan berbagai jenis es adalah bahan dasar tata surya kita.

Selama periode waktu yang panjang dan proses pembentukan yang intens, debu ini berubah menjadi planet yang kita kenal sekarang.

"Pengamatan kami menunjukkan bahwa partikel-partikel eksotis ini mewakili debu antarbintang pra- matahari yang bertahan hidup dan membentuk blok-blok bangunan planet dan bintang," kata Hope Ishii, pemimpin penelitian ini dikutip dari Newsweek, Senin (11/06/2018).

"Jika kita memiliki bahan awal pembentukan planet dari 4,6 miliar tahun lalu di ujung jari kita, itu mendebarkan dan memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang proses-proses yang terbentuk dan sejak itu mengubah mereka," sambung peneliti dari University of Hawaii di Manoa tersebut.

Baca: Di Alam Semesta, Ukuran Planet Bumi Seperti Halnya Sebutir Debu

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help