Sleman

Berikut Jalur Mudik Alternatif di Sleman

Dishub Sleman telah menentukan jalur-jalur alternatif yang bisa digunakan untuk para pemudik untuk menghindari kemacetan di jalur utama.

Berikut Jalur Mudik Alternatif di Sleman
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Situasi terkini di jalur mudik Simpang Gamping, Senin sore (11/06/3018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM - Berkenan dengan jalur mudik lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman telah menentukan jalur-jalur alternatif yang bisa digunakan untuk para pemudik untuk menghindari kemacetan di jalur utama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bagian Transportasi Dishub Kabupaten Sleman, Marjanto beberapa waktu lalu.

Marjanto menjelaskan, di Sleman sendiri terdapat beberapa titik kemacetan yang sering terjadi pada saat arus mudik berlangsung.

Antara lain di Jalan Wates km 5 tepatnya depan Pasar Gamping, Simpang 4 Gejayan, Jalan Magelang Simpang 4 Tempel, Jalan Magelang Simpang 4 Denggung, Penyempitan Flay Over Jombor, Jalan Solo depan Ambarukmo Plaza, Jalan Solo km 9-10 Simpang 3 Magowo, dan Simpang 3 Airport, dan Jalan Solo km 16 Simpang 3 TWC Prambanan Breksi.

"Untuk jalan-jalan di atas biasanya sering terjadi kemacetan. Oleh karenanya kita juga telah menyiapkan jalur alternatif. Ini untuk menghindari kemacetan panjang saat mudik lebaran," ungkapnya.

Berkenaan dengan jalur alternatif, Marjanto menerangkan ada beberapa titik.

Yakni untuk menuju Jalan Wates dari arah Tempel bisa menggunakan jalur Tempel-Belangan-Moyudan- Jalan Wates.

Untuk jalur alternatif Prambanan-Yogya dapat menggunakan jalur Prambanan-Piyungan-Jalan Wonosari-Ringroad Timur-Yogyakarta.

Sedangkan dari arah Prambanan menuju Tempel, bisa menggunakan jalur Prambanan-Proliman-Kalasan-Ngemplak-Simpang 3 Besi-Simpang 3 Pakem- Simpang 3 Pulowatu- Simpang 4 Turi - Simpang 4 Sedogan- Simpang 4 Tempel.

Berkaitan dengan kondisi jalan, sejauh ini untuk jalan Kabupaten dalam kondisi sedang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Herawan, Staf Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Sleman.

"Untuk kondisi jalan Kabupaten ada yang baik ada juga yang rusak ringan akibat hujan. Untuk yang rusak ringan kita lakukan penambalan," ungkapnya.

Herawan mengatakan, untuk jalan yang mengalami kerusakan parah sudah dimasukan dalam proyek tahun ini dan masih dalam tahap pekerjaan fisik.

"Untuk yang rusak parah sebenarnya juga ada, namun sudah kita masukan dalam proyek tahun ini. Pekerjaan fisik masih berjalan hingga saat ini," terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help