Sains

Bagaimana Pengaruh Aroma Darah pada Manusia?

Beberapa orang ditemukan memiliki reaksi fobia terhadap darah yang dapat membuat mereka pingsan.

Bagaimana Pengaruh Aroma Darah pada Manusia?
ist
Ilustrasi 

Para peserta kemudian diminta memberi penilaian apakah gambar makanan membuat mereka berselera atau tidak.

Mereka juga ditanya mengenai tingkat kealamian, kesehatan dan kebersihan makanan yang ditunjukkan.

Hasilnya, para peserta lebih berselera ketika mencium aroma darah.

Turner, kandidat PhD di Sekolah Ilmu Psikologi Universitas Melbourne, mengatakan, hubungan antara selera makan dan aroma darah memang dikaitkan dengan makanan berbahan daging, tetapi kenyataannya hal yang sama juga terjadi pada hidangan sayur mayur.

Baca: Miliki Antibodi Kuat dalam Darahnya, Pria 81 Tahun Ini Mampu Selamatkan 2,4 Juta Nyawa Bayi

Dia pun berkata bahwa hasil sementara menunjukkan tren menarik mengenai aroma darah yang patut untuk ditindaklanjuti oleh penelitian-penelitian berikutnya.

Mengapa demikian?

Sebuah studi pada tahun 2015 di Universitas Konstanz di Jerman terhadap 89 peserta, mengungkapkan, ketertarikan terhadap aroma darah menjelaskan tahapan evolusi tentang keterampilan makhluk hidup dalam berburu dan berkelahi.

Aroma darah juga bisa menjadi penanda adanya mangsa untuk diburu.

Di sisi lain, para ahli mencatat bahwa darah mungkin bisa menjadi sinyal tanda bahaya yang jelas.

Beberapa orang ditemukan memiliki reaksi fobia terhadap darah yang dapat membuat mereka pingsan.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help