Sains

Bagaimana Pengaruh Aroma Darah pada Manusia?

Beberapa orang ditemukan memiliki reaksi fobia terhadap darah yang dapat membuat mereka pingsan.

Bagaimana Pengaruh Aroma Darah pada Manusia?
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang tahu bahwa hiu bereaksi pada darah.

Lantas, bagaimana dengan manusia?

Sebuah penelitian awal mengungkapkan bahwa aroma darah dapat meningkatkan selera makan kita.

Setahun lalu pada acara pameran di Science Gallery Melbourne bertema Blood-Attract and Repel, 64 peserta bersedia mengikuti sebuah uji coba ilmiah.

Tanpa sepengetahuan peserta, para peneliti mempelajari sejauh mana pengaruh aroma darah terhadap selera makan mereka.

Penelitian ini didasarkan pada kolaborasi seorang psikolog, Stefan Bode, dan duet seniman Ollie Cotsaftis and Sarah McArthur untuk sebuah instalasi yang disebut Sentience.

Sentience bertujuan untuk mengetahui respons seseorang terhadap aroma darah dengan bantuan teknologi deteksi wajah milik Microsoft.

Hasilnya kemudian yang diterjemahkan dalam bentuk warna yang menyimbolkan sejumlah perasaan, yaitu negatif, positif, sedih, menjijikan atau ketakutan.

Baca: Kadal Ini Memiliki Darah Berwarna Hijau

Dalam penelitian kali ini, Will Turner, seorang psikolog dari Universitas Melbourne, dan kolega meminta peserta untuk mencium aroma darah buatan atau air biasa yang sudah disiapkan dari sebuah wadah.

Setelah itu, peserta melihat layar komputer dengan serangkaian gambar hidangan daging sosis hingga bangkai babi menggantung, lalu hidangan sayuran seperti jagung mendidih dan potongan paprika yang baru dicincang serta roti lapis tomat.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved