Serial Masjid Bersejarah

Video Masjid Tawangsari, Berdiri Kokoh Tanpa Tiang Penyangga

Masjid ini berdiri tanpa tiang penyangga. Masjid Tawangsari dibangun dengan mengadopsi model Meru.

TRIBUNJOGJA.COM - Masjid ini berdiri tanpa tiang penyangga. Masjid Tawangsari dibangun dengan mengadopsi model Meru. 

Suara azan baru menggema seiring dengan langkah kaki umat Muslik di Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta menuju Masjid Tawangsari.

Masjid ini tidak terlalu luas, ruang utamanya berukuran sekira 12x12 meter persegi. Namun, Masjid Tawangsari ini memiliki arsitektur unik, berbeda dengan masjid pada umumnya.

Arsitektur masjid berumur ratusan tahun ini mengadopsi model Meru, berundak. Model bangunan ini khas sekali bercorak arsitektur India.

"Model struktur bangunan masjid Tawangsari ini Meru. Budaya khas dari India. Meru ini menggambarkan strata masyarakat. Pada lapisan bangunan bawah, menggambarkan kawula (rakyat). Lapisan bangunan kedua, menggambarkan para Ksatria (pejabat) dan (lapisan) ketiga, adalah Ratu. Ketiga lapisan ini bersatu menuju satu tujuan. Tuhan yang Maha Esa," terang Ketua Takmir Masjid Tawangsari, HM Fadlan.

Menengok k edalam ruang utama masjid, ruangan itu tampak tenang dan kokoh. Namun, ada yang tidak biasa. Umumnya pada bangunan utama masjid biasanya selalu terdapat tiang soko guru yang berdiri kokoh.

Simak kisah selengkapnya di Tribun Jogja edisi Rabu, 13 Juni 2018

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help