Singgah di Masjid Bersejarah

Video Masjid Sela, Peninggalan Keluarga Sri Sultan HB 1

Dijelaskan oleh Ali Tantowi selaku Takmir Masjid Sela, masjid tersebut dibangun pada tahun 1709 Saka atau tahun 1787 Masehi.

“Bangunan masjid memiliki kesamaan fisik dengan bangunan yang ada di Taman Sari. Jika kita lihat, atap masjid sama dengan bangunan-bangunan yang ada di komplek Taman Sari”, terang Ali Tantowi.

Dahulunya di sekeliling masjid terdapat kolam, tetapi pada sekitar tahun 50-an kolam tersebut ditutup.

Sebelum tahun 1965 Masjid Sela hanya dijadikan tempat menyimpan keranda mayat. Masyarakat tidak berani menggunakan masjid tersebut karena segan dengan pihak Keraton.

“Setelah kejadian G30S/PKI warga merasa membutuhkan tempat untuk beribadah, maka warga sekitar sini menghadap ke pihak Keraton untuk meminta ijin menggunakan Masjid Sela”, terang Ali Tantowi.

Hingga saat ini Masjid Sela masih terjaga keaslianya. Ruang utama dan serambi masjid merupakan bangunan asli sejak tahun 1787 dan belum menglami perubahan.

Pihak Takmir Masjid menambahkan serambi di kanan dan kiri masjid tanpa merubah bangunan utama masjid.

Pihak Takmir Masjid Sela selalu lapor Pihak Keraton jika ingin melakukan renovasi. “Kita beberapa kali melakukan renovasi, itupun hanya renovasi kecil berupa pengecatan dan pemberian lapisan anti bocor di atap masjid”, ungkap Ali.

Pihak Keraton Yogyakarta menekankan ke pihak Takmir Masjid Sela untuk tidak merubah bentuk bangunan asli dari masjid tersebut.

Pada bulan Ramadan masjid ini meyelenggarakan berbagai macam kegiatan seperti masjid pada umumnya.

“Tidak ada kegiatan khusus yang diselenggarakan di masjid ini. Kita menyelenggarakan sholat tarawih berjamaah, TPA dan buka bersama tiap sore," pungkas Ali Tantowi.(mim)

Penulis: mim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved