Singgah di Masjid Bersejarah

Video Masjid Sabilulrosyaad, Menilik Tradisi Bubur Lodeh di Masjid Berusia 5,5 Abad

Umurnya nyaris 5,5 abad sejak didirikan tokoh syiar Islam di Wijirejo dan sekitarnya, Panembahan Bodho.

TRIBUNJOGJA.COM - Mungkin tak banyak yang tahu atau ingat, Masjid Sabilulrosyaad atau Masjid Kauman, Pijenan, Wijirejo, Pandak, Bantul ini usianya sudah begitu tua.

Umurnya nyaris 5,5 abad sejak didirikan tokoh syiar Islam di Wijirejo dan sekitarnya, Panembahan Bodho.

Usia masjid ini jauh lebih tua dari pembukaan Alas Mentaok, yang kemudian jadi Kotagede, ibu kota pertama Mataram Islam.

Gulungan kertas lusuh dan kumal disorongkan Nurjauza, petugas bagian kemakmuran takmir Masjid Sabilulrosyaad.

Kertas cukup besar itu berisi tulisan tangan sejarah masjid Panembahan Bodho yang diterima turun-temurun dari leluhur Nurjauza.

"Ini istilahnya sejarah masjid ini, dan juga ada catatan silsilah leluhur kami yang masih garis keturunan dari Panembahan Bodho," kata Nurjauza.

Dalam catatan keluarga itu tertera angka 1485 Masehi sebagai tahun pendirian masjid tersebut. Dihitung sekarang, umurnya 533 tahun.

Diceritakan kala itu Raden Trenggono, yang kelak populer disebut Panembahan Bodho, mendapat perintah dari Sunan Kalijaga untuk membangun tempat ibadah di Pijenan atau Pawijenan, sebuah daerah di timur Kali Progo yang banyak terdapat tanaman wijen.

Raden Trenggono ini menurut cerita turun-temurun, masih keturunan bangsawan Demak, tepatnya keturunan Adipati Terung yang merupakan bawahan Demak.

Apakah Trenggono ini sama dengan Trenggono sebagai penguasa ketiga Demak, tidak ada catatan pasti.

Halaman
1234
Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help