Gunungkidul

Menjelang Lebaran, Pengrajin Patung di Gunungkidul Kebanjiran Pesanan

Satu diantara pengrajin patung Jumiyo mendapatkan berkah dari tradisi tersebut, patung rancangannya laris diburu masyarakat untuk memeriahkan takbir

Menjelang Lebaran, Pengrajin Patung di Gunungkidul Kebanjiran Pesanan
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangariwibowo
Tumiyo saat membuat roda dengan kerangka dan sedang melapisinya dengan lem kanji, Selasa (12/6/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri berupa takbir keliling dari waktu kewaktu mengalami perubahan, yang awalnya membawa obor, kini takbir keliling membawa sebuah patung berukuran besar.

Satu diantara pengrajin patung, Tumiyo mengaku mendapatkan berkah dari tradisi tersebut, patung rancangannya laris diburu masyarakat untuk memeriahkan takbir keliling.

Warga asal Desa Gading, Playen ini menggunakan area depan rumahnya untuk membuat patung yang dibuat dari kertas bekas tempat semen berukuran 40 kg.

Ketika Tribun Jogja tiba, saat itu Ia sedang membuat sebuah roda, awalnya dibuatlah kerangka dari kawat lalu dilapisi oleh kertas yang telah dilumuri lem kanji.

"Menjelang lebaran ini pasti banyak pesanan entah itu yang membeli atau yang sekedar menyewa, saat ini lingkup pesanan masih dalam DIY," katanya, saat dihubungi Tribunjogja, Selasa (12/6/2018).

Baca: Lafal Bacaan dan Hukum Takbiran Menyambut Idul Fitri

Ia mengungkapkan, pesanan mulai ia peroleh mulai dari awal bulan puasa yaitu sekitar H-20. Maklum saja, untuk membuat sebuah patung memakan waktu 5-7 hari.

Ia mengakui kesulitan pembuatannya karena bahan patung dari kawat dan kertas bekas sehingga harus pas dalam pembuatannya tidak bisa ditambah dan dikurang.

"Paling sulit pembuatan kerangka karena harus kuat untuk menempel sak semen itu. Untuk sak semennya ya perlu cukup banyak, sekitar 30-40 kertas semen," tuturnya.

Ia mengaku mendapatkan keterampilan ini dari berbagi ilmu dengan seniman-seniman yang ada di Yogyakarta.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help